FEB UNTAD – Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) menyelenggarakan Rapat Pleno I Tahun 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang mempertemukan akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 17–18 Juni 2026, di Hotel Best Western Plus Coco Palu.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Rudi Dewanto, melalui prosesi pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rapat pleno.
Sebanyak 69 akademisi dari 34 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hadir dalam forum tersebut untuk membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan Program Studi Manajemen jenjang Sarjana, khususnya penyempurnaan kurikulum agar lebih relevan dengan perkembangan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDI).
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako, Prof. Wahyuningsih, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB Untad sebagai penyelenggara kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, penunjukan Palu sebagai lokasi pleno merupakan pengakuan terhadap kualitas akademik dan kesiapan institusi, termasuk Program Studi S1 Manajemen FEB Untad yang telah memperoleh akreditasi Unggul dari LAMEMBA.
Ia menjelaskan bahwa forum APSMBI menjadi media penting untuk menyelaraskan kebijakan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja melalui pengembangan kurikulum yang lebih aplikatif.
“Kurikulum yang disusun diharapkan tidak hanya memperkuat penguasaan teori, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas penyempurnaan kurikulum, para peserta juga merumuskan berbagai rekomendasi yang bertujuan meningkatkan kualitas lulusan Program Studi Manajemen di tingkat nasional sehingga lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis dan perkembangan teknologi.
Ketua Panitia Pelaksana, Harnida Wahyuni Adda, Ph.D, menjelaskan bahwa hasil diskusi dalam rapat pleno diharapkan menjadi acuan bersama bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap tantangan masa depan.
Tidak hanya berfokus pada agenda akademik, APSMBI juga menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Tondo, Kota Palu. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan organisasi kemanusiaan internasional asal Prancis, Humanity & Inclusion, dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penyintas gempa.
Melalui kegiatan tersebut, APSMBI berupaya menggali berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM sebagai dasar penyusunan rekomendasi pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah pascabencana.
Suasana pelaksanaan rapat pleno juga semakin semarak dengan kehadiran stan-stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas Sulawesi Tengah. Kehadiran pelaku usaha lokal menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif kepada para peserta dari berbagai daerah.
Melalui penyelenggaraan Rapat Pleno I APSMBI Tahun 2026, para akademisi berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang mampu memperkuat kualitas pendidikan tinggi di bidang manajemen, sekaligus mendukung terciptanya lulusan yang profesional, inovatif, serta siap menjawab kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.












Leave a Reply