FEB UNTAD – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (UNTAD) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan visi “Go Global, Good Character” melalui kerja sama strategis dengan Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa Universitas Tadulako. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kompetensi bahasa Inggris mahasiswa sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di Ruang Dekan FEB UNTAD. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni serta Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNTAD, bersama perwakilan dari UPA Bahasa Universitas Tadulako.
Melalui kerja sama ini, FEB UNTAD dan UPA Bahasa akan menyelenggarakan beberapa program strategis, yaitu:
Pelaksanaan Academic English Proficiency Test (AEPT).
Program TOEFL Preparation sebagai pembekalan bagi mahasiswa.
Pelaksanaan TOEFL ITP sebagai sertifikasi kemampuan bahasa Inggris yang diakui secara internasional.
Program-program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa dan lulusan FEB UNTAD untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, memperoleh beasiswa, serta meningkatkan daya saing di dunia kerja dan lingkungan global.
Kerja sama ini menjadi salah satu langkah nyata FEB UNTAD dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kompetensi bahasa asing, karakter yang baik, dan kesiapan menghadapi tantangan global sesuai dengan semangat “Go Global, Good Character”.
Melalui sinergi dengan UPA Bahasa UNTAD, FEB optimistis dapat terus meningkatkan kualitas akademik serta mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing dan berwawasan internasional.
FEB UNTAD – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Bank Indonesia Mengajar 2026 yang menghadirkan Dewan Gubernur Bank Indonesia, Ibu Aida S. Budiman, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi sivitas akademika untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai arah kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan tantangan perekonomian Indonesia di masa depan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas komitmennya dalam membangun sinergi dengan perguruan tinggi melalui program edukasi yang memperkuat literasi ekonomi dan keuangan di kalangan mahasiswa. Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan otoritas moneter menjadi langkah penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi global.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 11 Agustus 2026 di ruangan Muhidin Smart Classroom Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika FEB Untad. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, ditandai dengan tingginya partisipasi dalam sesi pemaparan materi maupun diskusi interaktif bersama narasumber.
Mengusung tema “Bauran Kebijakan Bank Indonesia: Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif Menuju Indonesia Emas 2045“, Ibu Aida S. Budiman menjelaskan berbagai strategi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, memperkuat sistem pembayaran digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa bauran kebijakan Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada stabilitas moneter, tetapi juga diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi nasional melalui sinergi kebijakan dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Penguatan digitalisasi sistem pembayaran, pengembangan ekonomi dan keuangan digital, serta peningkatan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa dan dosen terkait prospek ekonomi nasional, tantangan global, perkembangan ekonomi digital, hingga peran generasi muda dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Kesempatan berdialog langsung dengan Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi pengalaman berharga bagi peserta untuk memahami implementasi kebijakan ekonomi dari perspektif regulator.
Melalui penyelenggaraan Bank Indonesia Mengajar 2026, FEB Universitas Tadulako kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan akademik yang berkualitas serta memperkuat jejaring dengan lembaga-lembaga strategis nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan, memperluas wawasan mahasiswa, serta menginspirasi lahirnya generasi ekonom muda yang siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
FEB UNTAD – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) secara resmi melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan yang berlangsung pada hari Senin, 10 Agustus 2026 di Ruang Dekan FEB Universitas Tadulako ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, khususnya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kerja sama antara FEB Untad dan SBM ITB sejatinya telah terjalin sejak dua tahun terakhir melalui berbagai kegiatan akademik. Beberapa bentuk kolaborasi yang telah dilaksanakan antara lain penelitian bersama (joint research), publikasi ilmiah bersama (joint publication), serta penyelenggaraan kuliah tamu yang menghadirkan akademisi dari kedua institusi. Berbagai kegiatan tersebut telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan PKS ini menjadi bentuk komitmen kedua belah pihak untuk memperluas dan memperkuat kerja sama yang telah terbangun. Melalui perjanjian ini, FEB Untad dan SBM ITB sepakat untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif, termasuk peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, pengembangan riset yang berdampak, publikasi ilmiah bereputasi, pertukaran narasumber akademik, serta berbagai kegiatan lain yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Dalam suasana yang penuh keakraban, kedua institusi menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik nasional sekaligus meningkatkan daya saing kedua institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama ini, FEB Universitas Tadulako dan SBM Institut Teknologi Bandung menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
FEB UNTAD – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (UNTAD) menggelar Syukuran dan Serah Terima Ruangan Haji Supriadi pada Senin (10/8). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, purnabakti, alumni, serta tamu undangan.
Acara tersebut menjadi momentum penting bagi FEB UNTAD dalam menerima donasi alumni berupa penataan dan penyediaan Ruangan Haji Supriadi. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung kegiatan akademik, administrasi, rapat, serta berbagai aktivitas yang melibatkan sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dr. Supriadi Laupe, S.E., Ak., M.Si., CA., CPA. atas kontribusi dan kepeduliannya terhadap almamater.
“Atas nama keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Dr. Supriadi Laupe atas donasi yang diberikan kepada FEB UNTAD. Kontribusi ini merupakan wujud nyata kepedulian alumni terhadap pengembangan fasilitas kampus. Kami berharap Ruangan Haji Supriadi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan akademik, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjadi ruang yang produktif bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan,” ujar Prof. Wahyuningsih.
Dr. Supriadi Laupe merupakan alumni sekaligus dosen Program Studi Akuntansi FEB UNTAD yang telah memasuki masa purnabakti.Selama masa pengabdiannya, beliau dikenal sebagai akademisi yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan akuntansi di Universitas Tadulako. Donasi yang diberikan merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap kemajuan almamater.
Dalam sambutannya, Dr. Supriadi Laupe menyampaikan bahwa pengabdian kepada kampus tidak berhenti setelah memasuki masa purnabakti. Menurutnya, alumni memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendukung perkembangan institusi yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.
“Universitas Tadulako, khususnya FEB, telah menjadi tempat saya belajar, berkarya, dan mengabdi selama bertahun-tahun. Donasi ini merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus bentuk kecintaan saya kepada almamater. Saya berharap Ruangan Haji Supriadi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika serta menjadi inspirasi bagi alumni lainnya untuk ikut berkontribusi dalam memajukan FEB UNTAD,” ungkap Dr. Supriadi Laupe.
Prosesi serah terima ruangan dilakukan secara simbolis dan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas selesainya penataan ruangan. Kegiatan ini menjadi simbol eratnya sinergi antara fakultas dan alumni dalam mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako.
Selain menjadi ajang seremonial, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antara dosen aktif, dosen purnabakti, tenaga kependidikan, serta alumni. Kebersamaan yang terjalin diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan FEB UNTAD sebagai fakultas yang unggul, inovatif, dan berdaya saing.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Dr. Supriadi Laupe serta komitmen bersama dalam membangun budaya kolaborasi antara alumni dan almamater.
Melalui kegiatan ini, FEB Universitas Tadulako berharap semakin banyak alumni yang terinspirasi untuk berkontribusi dalam pengembangan fasilitas, peningkatan mutu pendidikan, serta penguatan jejaring yang mendukung kemajuan institusi. Semangat memberi kembali kepada almamater diharapkan menjadi budaya yang terus tumbuh demi mewujudkan FEB UNTAD sebagai fakultas yang unggul di tingkat nasional maupun internasional.
FEB UNTAD, 29 Juli 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako secara resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 yang diikuti oleh 786 mahasiswa baru. Mengusung tema “Character First, Global Next”, PKKMB tahun ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk membangun karakter, mengenal budaya akademik, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu bersaing di tingkat global.
Tema tersebut mencerminkan komitmen FEB Universitas Tadulako dalam menanamkan nilai-nilai integritas, disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan sebagai fondasi utama sebelum mahasiswa mengembangkan kompetensi akademik dan profesional di era global.
Kegiatan pembukaan berlangsung di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako dengan suasana penuh semangat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, yang memberikan kuliah motivasi kepada seluruh mahasiswa baru sekaligus melakukan pembukaan kegiatan secara simbolis.
Sementara itu, pembukaan resmi PKKMB dilakukan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., yang didampingi para Wakil Dekan, Ketua-Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Dosen-Dosen, Tenaga Kependidikan, serta Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan di lingkungan FEB Universitas Tadulako.
Dalam laporannya, Ketua Panitia PKKMB FEB UNTAD Tahun 2026, Dr. E. Femilia Zahra, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa PKKMB merupakan proses awal pembentukan karakter mahasiswa sebagai insan akademik yang berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“PKKMB merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, membangun jejaring, menumbuhkan semangat kolaborasi, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing. Melalui tema Character First, Global Next, kami ingin menanamkan bahwa karakter yang kuat merupakan modal utama untuk mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB Universitas Tadulako, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar FEB Universitas Tadulako.
Menurutnya, masa perkuliahan bukan hanya menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga kesempatan membangun karakter, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kolaborasi.
“Selamat datang di FEB Universitas Tadulako. Jadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh integritas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta kemauan untuk terus berkembang,” tuturnya.
Kuliah motivasi yang disampaikan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, turut memberikan inspirasi bagi mahasiswa baru untuk menjalani masa studi dengan penuh kesadaran, disiplin, dan tanggung jawab.
“Di perguruan tinggi, yang dibangun adalah kesadaran. Kesadaran itulah yang menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan,” pesannya di hadapan ratusan peserta PKKMB.
Selama pelaksanaan PKKMB, mahasiswa baru akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang meliputi pengenalan sistem akademik, tata kelola fakultas, layanan kemahasiswaan, etika kehidupan kampus, penguatan wawasan kebangsaan, hingga pembinaan karakter. Seluruh materi dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Melalui PKKMB Tahun 2026, FEB Universitas Tadulako kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan global. Kehadiran 786 mahasiswa baru menjadi energi baru bagi fakultas untuk terus melahirkan sumber daya manusia yang inovatif, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, maupun masyarakat internasional.
Dengan semangat “Character First, Global Next”, PKKMB FEB Universitas Tadulako 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga karakter unggul, kepedulian sosial, serta kesiapan untuk menjadi pemimpin masa depan di tingkat nasional maupun global.
Palu, 9 Juli 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) bekerja sama dengan Eco Fashion Week Australia (EFWA) menggelar International Seminar & Fashion Presentation di Ruang Muhidin FEB Untad, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan batik Sulawesi Tengah ke pasar internasional sekaligus memperkuat kerja sama akademik dengan mitra luar negeri.
Seminar Internasional Angkat Potensi Batik Sulawesi Tengah
Seminar mengusung tema “Empowering Communities through Local Heritage Batik: From Central Sulawesi to the Global Market”. Tema tersebut menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan batik sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Kegiatan ini merupakan implementasi Memorandum of Agreement (MoA) yang telah ditandatangani FEB Untad dan Eco Fashion Week Australia pada tahun sebelumnya. Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi berkomitmen mengembangkan berbagai program yang mendukung promosi batik Sulawesi Tengah di tingkat global.
FEB Untad Dorong Batik Lokal Tembus Pasar Global
Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwa kolaborasi dengan EFWA menjadi bagian dari strategi internasionalisasi fakultas. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghubungkan potensi budaya lokal dengan peluang ekonomi di tingkat internasional.
Ia menjelaskan bahwa Sulawesi Tengah memiliki kekayaan motif batik yang unik serta didukung oleh para perajin yang kreatif. Dengan memanfaatkan inovasi, teknologi digital, kewirausahaan, dan kolaborasi internasional, batik daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing tanpa menghilangkan nilai budaya yang dimiliki.
Dukungan Pemerintah untuk Ekonomi Kreatif
Seminar internasional ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Diah Agustiningsih. Kehadirannya menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat promosi batik Sulawesi Tengah sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pariwisata daerah.
Fashion Presentation Tampilkan Keindahan Batik Sulawesi Tengah
Selain seminar, kegiatan juga diramaikan dengan Fashion Presentation yang menampilkan berbagai koleksi busana berbahan batik khas Sulawesi Tengah. Peragaan busana tersebut menjadi media promosi yang memperlihatkan kekayaan motif lokal dalam balutan desain modern.
Perwakilan Eco Fashion Week Australia, Dr. Zuhal, bersama mitra industri, dosen, mahasiswa, dan tamu undangan mengikuti rangkaian acara dengan mengenakan batik bermotif Sulawesi Tengah. Hal tersebut menjadi simbol dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus promosi produk lokal kepada masyarakat internasional.
Komitmen FEB Untad Go Global
Melalui kegiatan ini, FEB Untad berharap dapat memperluas jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong batik Sulawesi Tengah semakin dikenal di pasar dunia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi fakultas, yaitu “Go Global, Good Character”, melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.
FEB UNTAD – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Kampus Berdampak yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI) pada Kamis, 2 Juli 2026, di Ruang Muhidin Smart Classroom FEB UNTAD.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FEB UNTAD beserta jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, mitra kerja, dan para kepala desa yang akan menjadi bagian dari implementasi Program ABDI. Melalui kegiatan ini, FEB UNTAD menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Penandatanganan MoU menjadi langkah strategis FEB UNTAD dalam memperluas kemitraan sekaligus mengimplementasikan Program Kampus Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, FEB UNTAD menjalin kerja sama dengan enam mitra strategis, yaitu:
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP);
Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Tengah;
Perum BULOG;
PT Pegadaian;
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Palu; dan
Mitra
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan literasi, penguatan tata kelola, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Dekan FEB UNTAD menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah. Menurutnya, konsep Kampus Berdampak tidak hanya berbicara tentang capaian akademik, tetapi juga tentang sejauh mana kehadiran perguruan tinggi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai lembaga, FEB UNTAD ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan, hasil penelitian, serta inovasi yang dihasilkan sivitas akademika dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan. Penandatanganan MoU ini menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat dalam mewujudkan Kampus Berdampak,” ujar Dekan FEB UNTAD.
Ia juga berharap seluruh kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui program-program yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain penandatanganan MoU, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI). Program ini merupakan bentuk penguatan pengabdian kepada masyarakat yang menempatkan desa sebagai mitra utama dalam pembangunan berbasis potensi lokal.
Melalui Program ABDI, dosen dan mahasiswa FEB UNTAD akan mendampingi desa dalam berbagai bidang, antara lain penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan literasi keuangan dan digital, pengembangan kewirausahaan, pengelolaan potensi ekonomi lokal, hingga pemanfaatan hasil riset untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Program ini juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah desa, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berorientasi pada pembangunan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Pada tahap awal pelaksanaan, Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI) akan melibatkan dua belas desa sebagai mitra pendampingan, yaitu:
Desa Karunia, Kecamatan Palolo;
Desa Kandidia, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi;
Desa Anca, Kecamatan Lindu;
Desa Puro’o, Kecamatan Lindu;
Desa Langko, Kecamatan Lindu;
Desa Tomado, Kecamatan Lindu;
Desa Olu, Kecamatan Lindu;
Desa Tibo;
Desa Tawale;
Desa Bale;
Desa Tamarenja; dan
Desa Porame, Kabupaten Sigi.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, FEB UNTAD berharap setiap desa mampu mengembangkan potensi lokalnya secara optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing desa.
Pelaksanaan Penandatanganan MoU Kampus Berdampak dan Sosialisasi Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI) menjadi bukti nyata komitmen FEB UNTAD dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis dan pemerintah desa, FEB UNTAD tidak hanya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah melalui inovasi, riset, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal. Ke depan, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang memberikan dampak nyata, memperkuat kemandirian desa, serta mendukung terwujudnya pembangunan Sulawesi Tengah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
FEB UNTAD – Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) menyelenggarakan Rapat Pleno I Tahun 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang mempertemukan akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 17–18 Juni 2026, di Hotel Best Western Plus Coco Palu.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Rudi Dewanto, melalui prosesi pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rapat pleno.
Sebanyak 69 akademisi dari 34 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hadir dalam forum tersebut untuk membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan Program Studi Manajemen jenjang Sarjana, khususnya penyempurnaan kurikulum agar lebih relevan dengan perkembangan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDI).
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako, Prof. Wahyuningsih, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB Untad sebagai penyelenggara kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, penunjukan Palu sebagai lokasi pleno merupakan pengakuan terhadap kualitas akademik dan kesiapan institusi, termasuk Program Studi S1 Manajemen FEB Untad yang telah memperoleh akreditasi Unggul dari LAMEMBA.
Ia menjelaskan bahwa forum APSMBI menjadi media penting untuk menyelaraskan kebijakan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja melalui pengembangan kurikulum yang lebih aplikatif.
“Kurikulum yang disusun diharapkan tidak hanya memperkuat penguasaan teori, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas penyempurnaan kurikulum, para peserta juga merumuskan berbagai rekomendasi yang bertujuan meningkatkan kualitas lulusan Program Studi Manajemen di tingkat nasional sehingga lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis dan perkembangan teknologi.
Ketua Panitia Pelaksana, Harnida Wahyuni Adda, Ph.D, menjelaskan bahwa hasil diskusi dalam rapat pleno diharapkan menjadi acuan bersama bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap tantangan masa depan.
Tidak hanya berfokus pada agenda akademik, APSMBI juga menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Tondo, Kota Palu. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan organisasi kemanusiaan internasional asal Prancis, Humanity & Inclusion, dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penyintas gempa.
Melalui kegiatan tersebut, APSMBI berupaya menggali berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM sebagai dasar penyusunan rekomendasi pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah pascabencana.
Suasana pelaksanaan rapat pleno juga semakin semarak dengan kehadiran stan-stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas Sulawesi Tengah. Kehadiran pelaku usaha lokal menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif kepada para peserta dari berbagai daerah.
Melalui penyelenggaraan Rapat Pleno I APSMBI Tahun 2026, para akademisi berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang mampu memperkuat kualitas pendidikan tinggi di bidang manajemen, sekaligus mendukung terciptanya lulusan yang profesional, inovatif, serta siap menjawab kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.
Palu, FEB UNTAD – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) resmi membuka rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-63 yang dirangkaikan dengan program FEB Green and Clean 2026, Sabtu (09/5/2026), di lingkungan FEB UNTAD.
Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Green, Innovative, Impactful”, sebagai wujud komitmen FEB UNTAD dalam menciptakan lingkungan kampus yang bersih, inovatif, dan berdampak positif bagi civitas akademika maupun masyarakat.
Acara dibuka langsung oleh Dekan FEB UNTAD, Prof. Wahyuningsih, serta dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Prof. Wahyuningsih menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-63 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan kampus.
“Tema Green, Innovative, Impactful mencerminkan semangat FEB UNTAD untuk terus berkembang melalui inovasi, sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan FEB Green and Clean 2026 meliputi aksi bersih-bersih lingkungan, penataan area fakultas, dan kegiatan penghijauan yang melibatkan seluruh civitas akademika FEB UNTAD.
Partisipasi aktif dosen, tendik, dan mahasiswa menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga kebersihan serta menciptakan lingkungan kampus yang nyaman dan asri.
Melalui peringatan Dies Natalis ke-63 ini, FEB UNTAD diharapkan semakin maju sebagai fakultas yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
FEB UNTAD – Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD), Reyva Imelda Sambenthiro berhasil mengharumkan nama Sulawesi Tengah setelah meraih Juara 1 pada ajang Kejurnas Wadokai Karate-Do Open Tournament – Festival 2026 yang berlangsung di Pakansari pada 30 April hingga 3 Mei 2026.
Reyva Imelda tampil luar biasa pada nomor kumite senior +68 kilogram putri dan sukses menyumbangkan medali emas bagi kontingen Wadokai Sulawesi Tengah. Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Universitas Tadulako, khususnya FEB UNTAD, karena mahasiswanya mampu bersaing dan menjadi juara di tingkat nasional.
Keberhasilan Reyva Imelda Sambenthiro pada Kejurnas Karate Nasional 2026 semakin memperkuat eksistensi atlet karate asal Sulawesi Tengah di kancah nasional. Dalam turnamen bergengsi tersebut, kontingen Wadokai Sulawesi Tengah tampil sempurna dengan memborong enam medali emas dari enam atlet yang diturunkan.
Selain Reyva, sejumlah atlet Wadokai Sulteng lainnya juga berhasil menjadi juara di kategori masing-masing. Prestasi ini menunjukkan kualitas pembinaan karate di Sulawesi Tengah terus berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi nasional.
Ketua Umum Wadokai Sulawesi Tengah, Mashuri mengaku bangga atas pencapaian para atlet muda tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih menjadi bukti bahwa karateka Sulawesi Tengah mampu bersaing di level nasional melalui latihan disiplin dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, hasil ini sangat membanggakan. Kami hanya mengirim enam atlet dan semuanya berhasil membawa pulang medali emas. Ini bukti bahwa atlet-atlet Wadokai Sulteng mampu bersaing di level nasional,” ujar Mashuri.
Prestasi Reyva Imelda sebagai Juara 1 Kejurnas Wadokai Karate Nasional 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Tadulako dan generasi muda Sulawesi Tengah untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga.