Palu, 26 November 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) sukses menyelenggarakan 3rd Tadulako International Conference on Economics and Business (TICEB) dengan mengusung tema “Sustainable Blue Economy: Tourism Business Perspectives”. Konferensi internasional ini berlangsung pada 24–26 November 2025 di kampus Universitas Tadulako, Palu, dan dihadiri para akademisi serta peneliti dari berbagai negara.
Acara ini menjadi wadah diskusi strategis mengenai masa depan ekonomi biru berkelanjutan, khususnya dalam konteks bisnis pariwisata yang menjadi salah satu sektor kunci pembangunan daerah pesisir dan kepulauan.
Pembicara Internasional Hadir Bahas Transformasi Ekonomi Biru
Konferensi menghadirkan lima pakar internasional yang memberikan perspektif global mengenai pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan dan peluang bisnis pariwisata:
- Assoc. Prof. Dr. Anees Jane Ali (Universiti Sains Malaysia)
Menyoroti pentingnya inovasi dalam pengembangan wisata bahari berbasis komunitas serta peran teknologi dalam pelestarian ekosistem pesisir. - Dr. Brucee Do (Ho Chi Minh University)
Membahas integrasi ecosystem-based tourism dalam pengembangan destinasi wisata berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. - Dr. Mohd. Hairul Azrin Haji Besar (Universiti Brunei Darussalam)
Mengangkat studi tentang praktik ekonomi biru Brunei, termasuk sinergi antara konservasi laut dan peningkatan kualitas layanan pariwisata. - Dr. Harun (James Cook University Singapura)
Menjelaskan tantangan perubahan iklim terhadap destinasi wisata tropis serta pentingnya kebijakan adaptasi berbasis ilmiah. - Prof. Chalarce Totanan (Universitas Tadulako)
Menyampaikan hasil penelitian terbaru mengenai potensi ekonomi biru di Sulawesi Tengah dan peran strategis universitas dalam pemberdayaan masyarakat pesisir.
Komitmen UNTAD pada Pengembangan Ekonomi Biru
Ketua Panitia TICEB 2025 menyampaikan bahwa konferensi tahun ini menjadi momentum penting bagi UNTAD untuk memperkuat kontribusi akademik dalam mendorong praktik ekonomi biru yang bertanggung jawab.
“Melalui TICEB, kami ingin mempertemukan para ahli dunia untuk mendiskusikan strategi pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengutamakan keuntungan ekonomi, tetapi juga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Hasil Konferensi: Kolaborasi dan Arah Penelitian Baru
Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai panel diskusi, presentasi makalah, dan sesi jejaring akademik berlangsung aktif. Beberapa poin penting yang dihasilkan antara lain:
- Rencana kolaborasi penelitian lintas negara mengenai manajemen destinasi wisata berbasis ekonomi biru.
- Pengembangan model bisnis pariwisata yang mendukung konservasi sumber daya laut.
- Penguatan kurikulum FEB UNTAD terkait ekonomi berkelanjutan dan pariwisata.
- Komitmen untuk menyusun rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam pengelolaan wilayah pesisir.
Penutup
3rd TICEB FEB UNTAD 2025 menegaskan posisi Universitas Tadulako sebagai pusat kajian strategis di kawasan timur Indonesia, khususnya dalam bidang ekonomi biru. Dengan keterlibatan para pakar internasional dan peneliti lokal, konferensi ini diharapkan menjadi pijakan kuat menuju pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mampu menjaga keberlangsungan ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.







