Advertisement

Mahasiswi FEB UNTAD Reyva Imelda Juara 1 Kejurnas Wadokai Karate Nasional 2026 di Bogor

FEB UNTAD – Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD), Reyva Imelda Sambenthiro berhasil mengharumkan nama Sulawesi Tengah setelah meraih Juara 1 pada ajang Kejurnas Wadokai Karate-Do Open Tournament – Festival 2026 yang berlangsung di Pakansari pada 30 April hingga 3 Mei 2026.

Reyva Imelda tampil luar biasa pada nomor kumite senior +68 kilogram putri dan sukses menyumbangkan medali emas bagi kontingen Wadokai Sulawesi Tengah. Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Universitas Tadulako, khususnya FEB UNTAD, karena mahasiswanya mampu bersaing dan menjadi juara di tingkat nasional.

Keberhasilan Reyva Imelda Sambenthiro pada Kejurnas Karate Nasional 2026 semakin memperkuat eksistensi atlet karate asal Sulawesi Tengah di kancah nasional. Dalam turnamen bergengsi tersebut, kontingen Wadokai Sulawesi Tengah tampil sempurna dengan memborong enam medali emas dari enam atlet yang diturunkan.

Selain Reyva, sejumlah atlet Wadokai Sulteng lainnya juga berhasil menjadi juara di kategori masing-masing. Prestasi ini menunjukkan kualitas pembinaan karate di Sulawesi Tengah terus berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi nasional.

Ketua Umum Wadokai Sulawesi Tengah, Mashuri mengaku bangga atas pencapaian para atlet muda tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih menjadi bukti bahwa karateka Sulawesi Tengah mampu bersaing di level nasional melalui latihan disiplin dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hasil ini sangat membanggakan. Kami hanya mengirim enam atlet dan semuanya berhasil membawa pulang medali emas. Ini bukti bahwa atlet-atlet Wadokai Sulteng mampu bersaing di level nasional,” ujar Mashuri.

Prestasi Reyva Imelda sebagai Juara 1 Kejurnas Wadokai Karate Nasional 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Tadulako dan generasi muda Sulawesi Tengah untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga.

Link sumber berita Mercusuar

Mahasiswa FEB UNTAD Raih Juara 3 Kompetisi PILMAPRES

FEB UNTAD – Rahmad Hidayat, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD), sukses menorehkan capaian membanggakan pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat LLDIKTI Wilayah XVI tahun 2026. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil menempati posisi ketiga untuk kategori program sarjana. Ajang Pilmapres yang berlangsung sejak 4 hingga 7 Mei 2026 itu diikuti oleh delegasi mahasiswa unggulan dari 28 perguruan tinggi negeri dan swasta yang berasal dari Sulawesi Tengah, Gorontalo, serta Sulawesi Utara.

Sebelum mewakili kampus di tingkat wilayah, Rahmad terlebih dahulu dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Tadulako. Pada proses seleksi, setiap peserta diuji melalui beberapa tahapan penilaian, mulai dari rekam jejak prestasi, penyampaian ide inovatif, hingga kemampuan berbahasa Inggris. Penjurian dilakukan oleh tim akademisi yang juga terlibat dalam seleksi Pilmapres Nasional.

Keberhasilan Rahmad tidak lepas dari sederet pengalaman yang telah ia raih selama menjadi mahasiswa. Selain aktif di bidang akademik, ia juga dikenal memiliki perhatian terhadap isu kewirausahaan dan lingkungan hidup. Berbagai penghargaan tingkat nasional pernah ia peroleh. Tak hanya itu, Rahmad juga beberapa kali dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan kepemudaan dan lingkungan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Salah satu kegiatan yang pernah melibatkannya yakni Bootcamp Green Youth Big Impact yang digagas SavEnvironment bersama United Nations Development Programme (UNDP), di mana ia hadir sebagai narasumber.

Di sektor kewirausahaan mahasiswa, Rahmad memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2024 dan 2025. Total bantuan yang diterimanya mencapai Rp21,5 juta.

Aktivitasnya dalam gerakan lingkungan juga cukup menonjol. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Trash Ranger Sulawesi Tengah. Berkat kiprahnya tersebut, Rahmad memperoleh Telkom Sustainability Award pada kategori aksi pelestarian ekosistem darat dan laut dengan dukungan dana Rp25 juta.

Selain aktif berkegiatan, ia juga telah memiliki dua sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Dalam sesi pemaparan ide kreatif Pilmapres, Rahmad memperkenalkan gagasan mengenai pengembangan skema bursa karbon reguler berbasis kearifan lokal Ombo untuk mendukung pemberdayaan masyarakat adat Kaili.

Sedangkan pada tahap kemampuan bahasa Inggris, ia membawakan pembahasan terkait Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16 yang menyoroti isu perdamaian, keadilan, dan kelembagaan, termasuk dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Menanggapi pencapaiannya, Rahmad mengatakan bahwa keikutsertaannya di Pilmapres memberikan banyak pelajaran serta kesempatan membangun jaringan dengan mahasiswa dari berbagai daerah.

Menurutnya, nilai utama dari sebuah prestasi bukan hanya penghargaan yang diraih, melainkan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk terus berkarya dan menciptakan dampak positif melalui kemampuan yang dimiliki masing-masing.

Link sumber berita: Mercusuar

Kuliah Tamu Magister Ilmu Ekonomi FEB Untad Bahas Dilema Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Dampak Sektor Ekstraktif

Palu, 9 April 2026 – Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) sukses menggelar kegiatan kuliah tamu dengan tema “Dilema Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Peran Sektor Ekstraktif dan Dampaknya pada Lingkungan serta Sumber Daya Alam”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Muhidin Smart Classroom FEB Untad.

Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Firmansyah, Ph.D., yang dikenal sebagai pakar ekonomi pembangunan. Acara dipandu oleh moderator sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Mohamad Ichwan Tandju. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I FEB Untad, Dr. Suparman.

Dalam sambutannya, Dr. Suparman menekankan pentingnya diskusi akademik terkait sektor ekstraktif yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah, namun juga menyimpan berbagai tantangan, khususnya terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dan dosen mengenai bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Firmansyah, Ph.D. menjelaskan bahwa sektor ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Namun, di sisi lain, eksploitasi yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, degradasi lahan, serta konflik sosial di masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. “Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara bijak agar manfaat ekonomi tidak mengorbankan generasi mendatang,” jelasnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari para dosen serta mahasiswa S1 dan S2 yang hadir. Berbagai pertanyaan dan pandangan kritis disampaikan, mulai dari strategi diversifikasi ekonomi daerah hingga solusi konkret dalam mengurangi dampak negatif sektor ekstraktif.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Ilmu Ekonomi FEB Untad berharap dapat terus mendorong terciptanya ruang diskusi ilmiah yang relevan dengan isu-isu pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi dilema antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Program Studi S1 Akuntansi FEB Untad Gelar FGD Kurikulum dan RPS

Palu, 6 April 2026 – Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada Senin (6/4) di Ballroom Hotel Helsinki Palu. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan akuntansi serta memastikan lulusan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan industri.

FGD Kurikulum dan RPS S1 Akuntansi FEB Untad ini secara resmi dibuka oleh Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum berbasis industri, teknologi, dan tantangan global.

“Penyusunan kurikulum dan RPS yang adaptif sangat penting untuk menjawab tantangan global serta memastikan lulusan memiliki kompetensi unggul, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholder, termasuk perwakilan pemerintah daerah, pelaku bisnis, dan organisasi non-pemerintah (NGO). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperoleh masukan strategis dalam penyusunan kurikulum akuntansi berbasis kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital.

Koordinator Program Studi S1 Akuntansi, Dr. Ni Made Suwitri Parwati, menyampaikan bahwa FGD Kurikulum Akuntansi FEB Untad merupakan bentuk komitmen dalam menjaga mutu akademik dan meningkatkan daya saing lulusan di era digital.

“Kami ingin memastikan bahwa kurikulum S1 Akuntansi tidak hanya berbasis teori, tetapi juga aplikatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kontribusi stakeholder sangat penting dalam memperkuat kompetensi lulusan, terutama dalam bidang akuntansi digital, etika profesi, serta penguasaan teknologi informasi.

Penguatan Kurikulum Akuntansi Berbasis Industri dan Digitalisasi

Diskusi dalam FGD Kurikulum dan RPS ini berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis, seperti:

  • Penguatan mata kuliah berbasis praktik akuntansi
  • Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran akuntansi
  • Penyesuaian RPS berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL)
  • Kebutuhan kompetensi akuntan profesional di era industri

Masukan dari stakeholder menekankan pentingnya lulusan akuntansi yang adaptif, profesional, dan memiliki integritas tinggi dalam menghadapi dinamika dunia kerja.

Komitmen FEB Untad Tingkatkan Mutu Pendidikan Akuntansi

Melalui kegiatan FGD Kurikulum S1 Akuntansi FEB Untad ini, diharapkan tercipta kurikulum yang inovatif, relevan, dan mampu menjawab tantangan era digital serta kebutuhan pasar kerja nasional maupun global.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen FEB Untad dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang akuntansi, dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses pengembangan kurikulum.

FGD Kurikulum dan RPS ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan lulusan akuntansi yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

FEB UNTAD Peduli Berbagi: THR Sembako untuk Para Pahlawan Kebersihan Fakultas

FEB UNTAD, 13 Maret 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako menggelar kegiatan sosial bertajuk “FEB Peduli Berbagi”. Kegiatan ini berupa penyaluran bantuan THR dalam bentuk paket sembako kepada petugas cleaning service (CS).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kepada para petugas yang selama ini berperan penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kampus.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Dekan FEB, Prof. Wahyuningsih, bersama Kepala Bagian FEB, Dr. Rosidah. Mereka menyerahkan paket sembako sebagai wujud terima kasih atas dedikasi para petugas kebersihan.

Dalam sambutannya, Dekan FEB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program FEB Peduli. Program tersebut bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.

Ia juga menegaskan bahwa petugas kebersihan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perkuliahan dan kegiatan akademik.

“Kami sangat menghargai kerja keras para petugas cleaning service yang setiap hari menjaga kebersihan dan kenyamanan. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menyampaikan terima kasih,” ujarnya.

Para petugas yang menerima bantuan menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari raya serta menambah semangat dalam bekerja.

Melalui kegiatan FEB Peduli Berbagi, diharapkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan saling menghargai di lingkungan kampus semakin tumbuh.

Dekan FEB Untad: Literasi Keuangan Penting bagi Masa Depan Mahasiswa

FEB Untad – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako, Wahyuningsih, menekankan pentingnya mahasiswa mengasah kecerdasan finansial di luar bangku kuliah. Hal ini ia sampaikan usai kegiatan Bootcamp Smart Financial Journey batch ke-60 yang digelar Hana Asa Indonesia di kantor OJK Sulawesi Tengah, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, pendidikan di kampus masih banyak berfokus pada teori, seperti manajemen keuangan dan akuntansi. Karena itu, praktik langsung bersama lembaga seperti OJK dan perbankan sangat penting agar mahasiswa siap menghadapi dunia keuangan yang sebenarnya.

“Mahasiswa perlu melihat langsung kondisi di lapangan, bukan hanya belajar teori,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan generasi muda saat ini, terutama kemudahan akses digital yang berisiko menjerumuskan. Judi online, pinjaman ilegal, dan gaya hidup FOMO (fear of missing out) menjadi ancaman serius jika tidak disikapi dengan bijak.

Wahyuningsih menegaskan komitmen FEB Untad untuk terus bekerja sama dengan berbagai instansi keuangan dalam memberikan edukasi yang lebih aplikatif. Tujuannya agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial, emosional, dan spiritual.

“Kunci mengelola keuangan dimulai dari pola pikir dan kemampuan mengendalikan keinginan, agar tidak lebih besar pengeluaran daripada pendapatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu menyebarkan literasi keuangan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

“Belajar tidak hanya di kelas. Mahasiswa juga harus memiliki kecerdasan emosional dan spiritual agar sukses secara berkelanjutan,” katanya.

Program Bootcamp Smart Financial Journey rutin dilaksanakan oleh Hana Asa Indonesia sebagai upaya mengurangi kesenjangan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Tengah. Hingga Maret 2026, lebih dari 3.231 peserta telah mengikuti edukasi finansial ini.

Founder Hana Asa Indonesia, Mardiyah, mengatakan program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan.

“Tujuannya agar anak muda, khususnya di Kota Palu, lebih cerdas dalam mengelola keuangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak anak muda yang belum memiliki tujuan keuangan, tidak mencatat pengeluaran, dan belum menyiapkan dana darurat. Hal ini berpotensi memicu masalah keuangan atau financial stress di masa depan.

FEB Universitas Tadulako Gelar Tafakur dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Sivitas Akademika

Palu, 27 Februari 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako menyelenggarakan kegiatan Tafakur dan Buka Puasa Bersama yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual sivitas akademika di bulan suci Ramadan.

Acara ini menghadirkan tiga pemateri inspiratif, yakni Zainal Abidin, Haryono M. Yasin Anda, dan Faizal Asdar. Dalam tausiyahnya, para narasumber menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual, khususnya bagi insan akademik di lingkungan FEB.

Prof. KH. Zainal Abidin menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum tafakur atau refleksi diri untuk meningkatkan kualitas iman, integritas, dan tanggung jawab moral. Menurut beliau, insan akademik tidak hanya dituntut unggul dalam keilmuan, tetapi juga dalam akhlak dan keteladanan.

Ust. Haryono M. Yasin Anda dalam ceramahnya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa kebersamaan dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dari nilai persaudaraan dan solidaritas di lingkungan kampus.

Sementara itu, H. Faizal Asdar, LC., MA menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia juga mengajak mahasiswa dan semua civitas FEB untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter kepemimpinan yang berintegritas.

Dalam sambutannya, Dekan FEB Universitas Tadulako menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan Tafakur dan Buka Puasa Bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai spiritual bagi seluruh sivitas akademika. Kami berharap melalui momentum Ramadan ini, FEB Universitas Tadulako semakin solid, berintegritas, dan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik serta berakhlak mulia,” ujar Dekan FEB.

Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa ini ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, FEB Universitas Tadulako berkomitmen untuk terus membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual.

Lima Agenda Strategis Warnai Rapat Pimpinan Feb Untad Jelang Semester Genap 2025/2026

PALU – Mengawali perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) menggelar Rapat Tingkat Pimpinan Fakultas pada Rabu, 4 Februari 2026. Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Dekan FEB Untad beserta jajaran, dan dihadiri oleh para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, para Ketua Program Studi (Prodi), serta Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PPM) FEB Untad, Rudy Usman.

Rapat ini ditujukan untuk memantapkan persiapan kegiatan akademik satu semester ke depan, selaras dengan visi besar FEB Untad, yakni “Menjadi Fakultas yang bereputasi di Asia Tenggara tahun 2030 dalam bidang ekonomi dan bisnis berbasis lokal orientasi global (BLOG)”. Guna mengakselerasi pencapaian visi tersebut, terdapat lima agenda utama yang menjadi fokus pembahasan:

  1. Strategi Pencapaian IKU
  2. Kelas Internasional
  3. Program dan Kegiatan
  4. Penjadwalan Mata Kuliah dan Team Teaching
  5. Kolaborasi Riset (Joint Research) Bencana Sumatera

Sebagai wujud nyata dari semangat “orientasi global” dalam visi fakultas, pelaksanaan Kelas Internasional mendapat sorotan khusus dalam pertemuan ini. Pembahasan di sektor tersebut menitikberatkan pada kesiapan sistem, kurikulum, serta kapasitas sumber daya pengajar agar berstandar internasional. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan unggul yang tidak hanya kuat pada pemahaman ekonomi berbasis lokal, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di tingkat Asia Tenggara.

Selain mendorong internasionalisasi, rapat juga membedah target “IKU Berdampak” guna memperkuat tata kelola kelembagaan dan mutu fakultas. Tanggung jawab pencapaian Indikator Kinerja Utama ini diamanahkan kepada para Wakil Dekan dengan rincian spesifik:

  • Wakil Dekan Bidang Akademik bertanggung jawab penuh atas pencapaian IKU 1 dan IKU 6.
  • Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum mengemban tanggung jawab untuk IKU 7, IKU 9, dan IKU 11.
  • Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ditugaskan untuk mengawal target IKU 2, IKU 3, IKU 5, serta IKU Partisipatif.

Kegiatan rapat berlangsung secara dinamis dan interaktif. Para peserta rapat secara bergantian memberikan tanggapan berupa saran, usulan, dan masukan konstruktif. Melalui sinergi solid dari seluruh elemen pimpinan, FEB Untad optimis dapat merealisasikan program-program strategisnya di Semester Genap 2025/2026 demi mewujudkan reputasi gemilang di kancah regional.

Sinergi Akademik dan Pemerintah: Wakil Wali Kota Palu Hadiri Launching Buku “Manajemen Waktu dalam Perspektif Islam”

FEB UNTAD-Pada hari Rabu, 18 Februari 2026, suasana Ruang Muhidin FEB UNTAD dipenuhi semangat intelektual dan nuansa akademik dalam kegiatan bedah dan launching buku berjudul “Manajemen Waktu dalam Perspektif Islam” karya Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D. Acara ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika dan masyarakat Kota Palu dalam memperkaya khazanah keilmuan, khususnya di bidang manajemen yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam.

Kegiatan ini secara istimewa dihadiri oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, yang memberikan apresiasi tinggi atas lahirnya karya akademik tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa manajemen waktu bukan hanya persoalan produktivitas, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual, terutama dalam perspektif Islam yang menempatkan waktu sebagai amanah yang sangat berharga.

Buku Manajemen Waktu dalam Perspektif Islam yang ditulis oleh Prof. Wahyuningsih ini mengupas konsep pengelolaan waktu dengan pendekatan ilmiah yang dipadukan dengan dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis. Penulis menekankan bahwa waktu dalam Islam bukan sekadar sumber daya yang harus dioptimalkan, melainkan juga sarana untuk mencapai keberkahan hidup, keseimbangan antara dunia dan akhirat, serta peningkatan kualitas diri.

Dalam sesi bedah buku, para akademisi dan peserta yang hadir aktif berdiskusi mengenai relevansi manajemen waktu dalam menghadapi tantangan era modern. Buku ini dinilai mampu memberikan perspektif baru yang integratif—menggabungkan teori manajemen kontemporer dengan nilai-nilai spiritual Islam secara sistematis dan aplikatif.

Acara launching ditandai dengan penyerahan simbolis buku kepada Wakil Wali Kota Palu serta sesi foto bersama, yang menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan literasi dan karya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako dalam mendorong lahirnya karya-karya akademik yang tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga bermanfaat secara praktis bagi masyarakat luas.

Melalui peluncuran buku ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya manajemen waktu dalam perspektif Islam semakin tumbuh, tidak hanya di kalangan akademisi, tetapi juga di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun budaya produktif yang berlandaskan nilai-nilai religius.