Advertisement

FEB UNTAD Peduli Berbagi: THR Sembako untuk Para Pahlawan Kebersihan Fakultas

FEB UNTAD, 13 Maret 2026- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako menggelar kegiatan sosial bertajuk “FEB Peduli Berbagi” dengan menyalurkan bantuan THR berupa paket sembako kepada para petugas cleaning service (CS) yang selama ini berperan penting menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan fakultas. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan apresiasi kepada para pahlawan kebersihan yang bekerja di balik layar.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Dekan FEB, Prof. Wahyuningsih, bersama Kepala Bagian FEB, Dr. Rosidah. Dalam kesempatan tersebut, mereka menyerahkan paket sembako sebagai bentuk perhatian dan rasa terima kasih atas dedikasi para cleaning service dalam menjaga lingkungan fakultas tetap bersih dan nyaman bagi seluruh civitas akademika.

Dalam sambutannya, Dekan FEB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program FEB Peduli yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di lingkungan kampus. Ia juga menegaskan bahwa para petugas kebersihan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung aktivitas perkuliahan dan kegiatan akademik di fakultas.

“Kami sangat menghargai kerja keras para petugas cleaning service yang setiap hari menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan fakultas. Melalui kegiatan FEB Peduli ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menyampaikan terima kasih atas dedikasi mereka,” ujar beliau.

Para petugas cleaning service yang menerima bantuan menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Bantuan THR sembako tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari raya serta memberikan semangat bagi mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Melalui kegiatan FEB Peduli Berbagi, diharapkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan rasa saling menghargai di lingkungan fakultas semakin tumbuh. Program ini juga menjadi pengingat bahwa setiap elemen di lingkungan kampus memiliki peran penting dalam menciptakan suasana akademik yang nyaman dan harmonis.

Dekan FEB Untad: Literasi Keuangan Penting bagi Masa Depan Mahasiswa

FEB Untad- Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako, Prof. Dr. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya mahasiswa mengasah kecerdasan finansial di luar bangku perkuliahan. Hal ini disampaikan saat diwawancarai usai kegiatan bootcamp Smart Financial Journey batch ke-60 yang digelar Hana Asa Indonesia di kantor OJK Sulawesi Tengah, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Prof. Wahyuningsih, pendidikan di kampus seringkali masih didominasi oleh teori manajemen keuangan dan akuntansi. Kegiatan praktik lapangan bersama lembaga seperti OJK dan perbankan sangat krusial agar mahasiswa mampu menghadapi realitas dunia keuangan yang sesungguhnya.

“Mahasiswa memiliki kesempatan untuk melihat langsung dunia nyata, sehingga mereka tidak hanya sekadar belajar teori,” ujar Prof. Wahyuningsih.

Ia menyoroti tantangan besar generasi muda saat ini, yakni maraknya tawaran kemudahan melalui platform digital yang justru menjerumuskan. Fenomena judi online, pinjaman online ilegal, serta gaya hidup FOMO (fear of missing out) menjadi ancaman serius bagi masa depan mahasiswa jika tidak diantisipasi dengan bijak.

Dekan FEB Untad itu menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai instansi keuangan untuk memberikan edukasi aplikatif. Langkah ini diambil agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial, emosional, dan spiritual.

“Kunci mengelola keuangan itu dimulai dari mindset dan kesederhanaan keinginan, agar tidak terjadi kondisi besar pasak daripada tiang,” ucapnya.

Prof. Wahyuningsih menekankan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan yang harus mampu menyebarkan literasi keuangan tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat luas. Ia berharap lulusan ekonomi ke depan menjadi sarjana yang cerdas secara menyeluruh serta sukses dalam menata masa depan.

“Belajar tidak hanya di dalam kelas, mahasiswa harus memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang bagus agar sukses secara berkelanjutan,” ucapnya.

Program Bootcamp Smart Financial Journey ini rutin dilaksanakan oleh Hana Asa Indonesia sebagai komitmen dalam memperkecil kesenjangan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Tengah. Hingga Maret 2026, tercatat lebih dari 3.231 peserta telah mendapatkan edukasi finansial untuk membangun kemandirian ekonomi.

Founder Hana Asa Indonesia, Mardiyah menyatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkecil kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan. Berdasarkan data nasional tahun 2025, masih ditemukan celah besar antara kepemilikan produk keuangan dengan pemahaman masyarakat dalam mengelolanya.

“Tujuannya itu kita ingin mengajak anak muda Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu biar lebih cerdas lagi di dalam mengelola keuangan,” ucap Mardiyah.

Melalui kegiatan ini, ia berharap mampu memberikan pemahaman kepada generasi muda Sulawesi Tengah dalam mengelola pengeluaran. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah terjadinya permasalahan keuangan atau Finansial Stress yang disebabkan oleh lemahnya pengetahuan pengelolaan keuangan.

“Di Sulawesi Tengah khususnya anak muda itu punya Kelemahan seperti tidak punya tujuan keuangan, tidak melakukan pencatatan keuangan, dan tidak punya dana darurat,” ucapnya.

FEB Universitas Tadulako Gelar Tafakur dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Sivitas Akademika

Palu, 27 Februari 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako menyelenggarakan kegiatan Tafakur dan Buka Puasa Bersama yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual sivitas akademika di bulan suci Ramadan.

Acara ini menghadirkan tiga pemateri inspiratif, yakni Zainal Abidin, Haryono M. Yasin Anda, dan Faizal Asdar. Dalam tausiyahnya, para narasumber menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual, khususnya bagi insan akademik di lingkungan FEB.

Prof. KH. Zainal Abidin menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum tafakur atau refleksi diri untuk meningkatkan kualitas iman, integritas, dan tanggung jawab moral. Menurut beliau, insan akademik tidak hanya dituntut unggul dalam keilmuan, tetapi juga dalam akhlak dan keteladanan.

Ust. Haryono M. Yasin Anda dalam ceramahnya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa kebersamaan dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dari nilai persaudaraan dan solidaritas di lingkungan kampus.

Sementara itu, H. Faizal Asdar, LC., MA menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia juga mengajak mahasiswa dan semua civitas FEB untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter kepemimpinan yang berintegritas.

Dalam sambutannya, Dekan FEB Universitas Tadulako menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan Tafakur dan Buka Puasa Bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai spiritual bagi seluruh sivitas akademika. Kami berharap melalui momentum Ramadan ini, FEB Universitas Tadulako semakin solid, berintegritas, dan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik serta berakhlak mulia,” ujar Dekan FEB.

Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa ini ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, FEB Universitas Tadulako berkomitmen untuk terus membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual.

Lima Agenda Strategis Warnai Rapat Pimpinan Feb Untad Jelang Semester Genap 2025/2026

PALU – Mengawali perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) menggelar Rapat Tingkat Pimpinan Fakultas pada Rabu, 4 Februari 2026. Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Dekan FEB Untad beserta jajaran, dan dihadiri oleh para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, para Ketua Program Studi (Prodi), serta Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PPM) FEB Untad, Rudy Usman.

Rapat ini ditujukan untuk memantapkan persiapan kegiatan akademik satu semester ke depan, selaras dengan visi besar FEB Untad, yakni “Menjadi Fakultas yang bereputasi di Asia Tenggara tahun 2030 dalam bidang ekonomi dan bisnis berbasis lokal orientasi global (BLOG)”. Guna mengakselerasi pencapaian visi tersebut, terdapat lima agenda utama yang menjadi fokus pembahasan:

  1. Strategi Pencapaian IKU
  2. Kelas Internasional
  3. Program dan Kegiatan
  4. Penjadwalan Mata Kuliah dan Team Teaching
  5. Kolaborasi Riset (Joint Research) Bencana Sumatera

Sebagai wujud nyata dari semangat “orientasi global” dalam visi fakultas, pelaksanaan Kelas Internasional mendapat sorotan khusus dalam pertemuan ini. Pembahasan di sektor tersebut menitikberatkan pada kesiapan sistem, kurikulum, serta kapasitas sumber daya pengajar agar berstandar internasional. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan unggul yang tidak hanya kuat pada pemahaman ekonomi berbasis lokal, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di tingkat Asia Tenggara.

Selain mendorong internasionalisasi, rapat juga membedah target “IKU Berdampak” guna memperkuat tata kelola kelembagaan dan mutu fakultas. Tanggung jawab pencapaian Indikator Kinerja Utama ini diamanahkan kepada para Wakil Dekan dengan rincian spesifik:

  • Wakil Dekan Bidang Akademik bertanggung jawab penuh atas pencapaian IKU 1 dan IKU 6.
  • Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum mengemban tanggung jawab untuk IKU 7, IKU 9, dan IKU 11.
  • Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ditugaskan untuk mengawal target IKU 2, IKU 3, IKU 5, serta IKU Partisipatif.

Kegiatan rapat berlangsung secara dinamis dan interaktif. Para peserta rapat secara bergantian memberikan tanggapan berupa saran, usulan, dan masukan konstruktif. Melalui sinergi solid dari seluruh elemen pimpinan, FEB Untad optimis dapat merealisasikan program-program strategisnya di Semester Genap 2025/2026 demi mewujudkan reputasi gemilang di kancah regional.

Sinergi Akademik dan Pemerintah: Wakil Wali Kota Palu Hadiri Launching Buku “Manajemen Waktu dalam Perspektif Islam”

FEB UNTAD-Pada hari Rabu, 18 Februari 2026, suasana Ruang Muhidin FEB UNTAD dipenuhi semangat intelektual dan nuansa akademik dalam kegiatan bedah dan launching buku berjudul “Manajemen Waktu dalam Perspektif Islam” karya Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D. Acara ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika dan masyarakat Kota Palu dalam memperkaya khazanah keilmuan, khususnya di bidang manajemen yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam.

Kegiatan ini secara istimewa dihadiri oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, yang memberikan apresiasi tinggi atas lahirnya karya akademik tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa manajemen waktu bukan hanya persoalan produktivitas, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual, terutama dalam perspektif Islam yang menempatkan waktu sebagai amanah yang sangat berharga.

Buku Manajemen Waktu dalam Perspektif Islam yang ditulis oleh Prof. Wahyuningsih ini mengupas konsep pengelolaan waktu dengan pendekatan ilmiah yang dipadukan dengan dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis. Penulis menekankan bahwa waktu dalam Islam bukan sekadar sumber daya yang harus dioptimalkan, melainkan juga sarana untuk mencapai keberkahan hidup, keseimbangan antara dunia dan akhirat, serta peningkatan kualitas diri.

Dalam sesi bedah buku, para akademisi dan peserta yang hadir aktif berdiskusi mengenai relevansi manajemen waktu dalam menghadapi tantangan era modern. Buku ini dinilai mampu memberikan perspektif baru yang integratif—menggabungkan teori manajemen kontemporer dengan nilai-nilai spiritual Islam secara sistematis dan aplikatif.

Acara launching ditandai dengan penyerahan simbolis buku kepada Wakil Wali Kota Palu serta sesi foto bersama, yang menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan literasi dan karya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako dalam mendorong lahirnya karya-karya akademik yang tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga bermanfaat secara praktis bagi masyarakat luas.

Melalui peluncuran buku ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya manajemen waktu dalam perspektif Islam semakin tumbuh, tidak hanya di kalangan akademisi, tetapi juga di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun budaya produktif yang berlandaskan nilai-nilai religius.

Sinergi Kemitraan Program ABDI FEB UNTAD

FEB UNTAD, 11 Februari 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB-UNTAD) terus memperkuat komitmennya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI). Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, FEB-UNTAD secara resmi mengajukan permohonan kerja sama kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah guna membangun sinergi dalam mendukung pembangunan desa.

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat peran civitas akademika dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat desa melalui kegiatan edukasi, pendampingan, serta penguatan kapasitas masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan ekonomi dan bisnis.

Sebagai tindak lanjut dari inisiasi tersebut, telah dilaksanakan pertemuan antara Dekan FEB-UNTAD, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., dengan Kepala Bidang P3KM Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Bapak Munashir, S.E., M.M., beserta jajaran pejabat fungsional dan staf. Pertemuan yang berlangsung di Ruang H. Muhidin M. Said FEB-UNTAD ini menjadi momentum strategis untuk membahas tujuan utama Program ABDI, sekaligus menyelaraskan visi dan langkah kolaboratif kedua institusi.

Dalam diskusi tersebut, FEB-UNTAD menyampaikan harapan agar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah dapat menjadi mitra strategis, khususnya dalam fasilitasi kegiatan, pendampingan program, serta penguatan sinergi yang sejalan dengan kebijakan pemberdayaan masyarakat desa. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan program yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan literasi, kapasitas ekonomi, serta kemandirian masyarakat desa.

Ke depan, pembahasan lebih lanjut akan dilakukan guna mematangkan mekanisme pelaksanaan serta ruang lingkup kerja sama agar sesuai dengan kebutuhan dan prioritas kedua belah pihak. FEB-UNTAD optimis bahwa sinergi ini dapat terwujud dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah secara luas.

Launching Kampus Berdampak “Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI) Bersama FEB UNTAD”

Kegiatan Launching Kampus Berdampak ABDI dengan tema “Ayo Bangun Desa Indonesia Bersama FEB UNTAD” dilaksanakan pada tanggal 08 Februari 2026 bertempat di Taman Nasional Lore Lindu. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) dalam menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam pembangunan desa melalui penguatan peran mahasiswa dan sivitas akademika.

Pelaksanaan launching di kawasan Taman Nasional Lore Lindu dipilih sebagai simbol keterpaduan antara pembangunan manusia, penguatan ekonomi desa, dan pelestarian lingkungan. Lingkungan alam yang asri dan bernilai konservasi tinggi memberikan pesan kuat bahwa pembangunan desa harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Kegiatan launching ini menandai dimulainya implementasi program Kampus Berdampak ABDI FEB UNTAD, yang berfokus pada pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat desa, pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola desa. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi agen perubahan di lingkungan kampus, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat desa.

Rangkaian kegiatan launching berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme, dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta perwakilan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyampaikan visi, arah, dan strategi pelaksanaan Kampus Berdampak ABDI FEB UNTAD dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Launching Kampus Berdampak ABDI ini, FEB UNTAD menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Diharapkan, program ini mampu melahirkan inovasi, solusi, dan aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi pembangunan desa di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah.

Lokakarya Organisasi Kemahasiswaan FEB Untad sebagai Upaya Penguatan Tata Kelola Lembaga Mahasiswa

Lokakarya Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) dilaksanakan pada tanggal 07 s/d 08 Februari 2026 bertempat di Taman Nasional Lore Lindu, Kabupaten Sigi. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya mahasiswa, khususnya dalam memperkuat pemahaman mengenai tata kelola organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan karakter dan solidaritas antar pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan FEB Untad.

Pemilihan Taman Nasional Lore Lindu sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada pertimbangan nilai edukatif dan lingkungan yang mendukung terciptanya suasana belajar yang kondusif, reflektif, serta mempererat kebersamaan peserta. Lingkungan alam yang asri memberikan pengalaman belajar yang berbeda, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa.

Kegiatan lokakarya ini diikuti oleh perwakilan organisasi kemahasiswaan di lingkungan FEB Untad, yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas, Himpunan Mahasiswa Jurusan, serta Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi tentang manajemen organisasi, kepemimpinan, perencanaan program kerja, serta diskusi dan simulasi yang mendorong partisipasi aktif peserta.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi kegiatan. Diskusi interaktif dan kerja kelompok menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan sikap kritis, kemampuan komunikasi, serta kerja sama tim. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan agenda kebersamaan yang bertujuan mempererat hubungan antar pengurus organisasi kemahasiswaan.

Melalui pelaksanaan Lokakarya Organisasi Kemahasiswaan FEB Untad ini, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam pengelolaan organisasi secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak kader organisasi yang berintegritas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Fokus Isu Perubahan Iklim Dan Mitigasi Risiko, FEB UNTAD Sukses Pertahankan Sertifikasi Iso 21001:2018

PALU – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) kembali menorehkan pencapaian membanggakan dalam tata kelola manajemen pendidikan. Berdasarkan hasil Audit Surveillance yang telah rampung dilaksanakan pada Tanggal 10 Desember 2025, FEB Untad secara resmi dinyatakan LAYAK untuk memperpanjang sertifikasi ISO 21001:2018 dengan hasil yang memuaskan.

Kegiatan audit ini diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan mulai dari tingkat fakultas, jurusan dan prodi, serta tenaga kependidikan terkait. Dalam laporannya, Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PPM) FEB Untad, Dr. Rudy Usman, S.E., M.S.A., Ak., menyampaikan kesiapan fakultas dalam menghadapi audit berkala ini. Rudy Usman menekankan bahwa seluruh unit kerja telah melakukan persiapan matang, memastikan dokumen dan implementasi sistem manajemen berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Wahyuningsih menegaskan komitmen fakultas untuk tidak sekadar mengejar status sertifikasi, melainkan menjamin budaya mutu yang berkelanjutan.

“Sertifikasi ini adalah instrumen bagi kami untuk memastikan layanan pendidikan tetap relevan dan berkualitas. Kami terbuka pada setiap temuan audit sebagai bahan evaluasi untuk terus menjadi lebih baik,” ujar Prof. Wahyuningsih.

Proses Audit dan Fokus Penilaian

Inti kegiatan berlanjut pada proses Audit Surveillance. Auditor eksternal melakukan verifikasi lapangan dengan metode sampling (uji petik) terhadap empat pilar utama di lingkungan FEB Untad, yakni Unsur Pimpinan (Dekan), Pusat Penjaminan Mutu (PPM), Program Studi Akuntansi dan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan meliputi pemeriksaan pada Bagian Keuangan, dan Bagian Perlengkapan. Fokus audit adalah pada efisiensi alur kerja dan kepuasan layanan terhadap civitas akademika.

Hasil Audit: Apresiasi pada Adaptasi Perubahan Iklim

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan mendalam, Auditor memaparkan hasil temuan yang sangat positif. Secara umum, kelengkapan dokumen dinilai sudah lengkap dan sangat bagus.

Poin sorotan utama yang mendapat apresiasi tinggi adalah responsivitas FEB Untad terhadap isu global. Auditor menyatakan bahwa FEB Untad telah berhasil menerapkan kebijakan dan kurikulum yang mengantisipasi perubahan iklim, sebuah langkah progresif bagi institusi pendidikan tinggi.

Dengan hasil “No Major Non-Conformity” (tidak ada ketidaksesuaian mayor), FEB Untad dinyatakan sukses mempertahankan kualitas layanan pendidikannya dan berhak terus menyandang sertifikat ISO 21001:2018. Menutup kegiatan, Prof. Wahyuningsih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat. “Hasil ini membuktikan bahwa sistem di FEB Untad sudah berjalan solid. Khususnya apresiasi auditor terhadap kurikulum berbasis lingkungan (climate change), ini menunjukkan FEB Untad siap mencetak lulusan yang peduli masa depan bumi,” pungkasnya.

Jelang Audit Survailen KE-2, FEB UNTAD Perkuat Implementasi Manajemen Mutu ISO 21001:2018

PALU – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) terus mempertegas komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi berstandar internasional. Sebagai langkah strategis menjelang pelaksanaan Audit Eksternal Survailen ke-2, FEB Untad menggelar kegiatan Refreshment Penerapan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) berbasis SNI ISO 21001:2018, pada Selasa (02/12/2025).

Bertempat di Ruang Dekan FEB Untad, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., beserta jajaran Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Senat, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, serta Tim Pusat Penjaminan Mutu (PPM) FEB.

Dalam sambutannya, Prof. Wahyuningsih menegaskan bahwa penerapan ISO 21001:2018 bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan budaya mutu yang harus melekat dalam setiap proses pendidikan.

“Kegiatan penyegaran ini sangat krusial untuk memastikan konsistensi antara dokumen perencanaan, pelaksanaan di lapangan, dan bukti fisik. Hal ini juga upaya kita menyelaraskan sistem manajemen mutu internal dengan standar akreditasi nasional BAN-PT maupun LAMEMBA,” ujarnya.

Hadirkan Auditor Berpengalaman

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.00 WITA ini menghadirkan narasumber ahli, T.I. Joni Yasa, S.E., M.M., yang merupakan Lead Trainer sekaligus Lead Assessor untuk ISO 9001, ISO 21001, dan ISO 37001.

Dalam paparannya, Joni Yasa menekankan pentingnya Risk-based Thinking (pemikiran berbasis risiko) dalam manajemen fakultas. Ia mengingatkan bahwa setiap unit kerja, mulai dari Prodi hingga Tata Usaha, harus mampu mengidentifikasi risiko sejak dini untuk mencegah kegagalan pencapaian sasaran mutu.

“ISO 21001 adalah alat manajerial. Siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) harus terlihat nyata. Menjelang audit tanggal 10 Desember nanti, fokus utama ada pada bukti kepemimpinan, evaluasi kinerja melalui audit internal, dan pengendalian operasional di tingkat Prodi,” jelas Joni.

Fokus pada 10 Desember 2025

Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PPM) FEB Untad, Dr. Rudy Usman, S.E., M.S.A., Ak., menjelaskan bahwa kegiatan ini menghasilkan pemetaan kesiapan yang konkret. Berdasarkan self-assessment saat pelatihan, teridentifikasi beberapa poin penguatan, antara lain pembaruan daftar risiko (risk register) dan finalisasi notulen Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).

“Kami telah menyepakati rencana tindak lanjut. H-3 sebelum audit eksternal, atau tanggal 7 Desember 2025, seluruh unit kerja wajib melakukan pengecekan mandiri menggunakan checklist yang telah disiapkan. Kami optimis FEB Untad dapat mempertahankan sertifikasi ISO 21001:2018 dengan hasil memuaskan,” tegas Dr. Rudy. Audit Survailen ke-2 ISO 21001:2018 di FEB Untad dijadwalkan akan dilaksanakan pada 10 Desember 2025. Standar ini menjadi bukti bahwa FEB Untad secara konsisten fokus pada kepuasan peserta didik, pemerataan akses pendidikan, dan kepatuhan terhadap regulasi pendidikan tinggi.