Advertisement

Pembukaan Dies Natalis FEB UNTAD ke-63 Dirangkaikan dengan FEB Green and Clean 2026

Palu, FEB UNTAD – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) resmi membuka rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-63 yang dirangkaikan dengan program FEB Green and Clean 2026, Sabtu (09/5/2026), di lingkungan FEB UNTAD.

Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Green, Innovative, Impactful”, sebagai wujud komitmen FEB UNTAD dalam menciptakan lingkungan kampus yang bersih, inovatif, dan berdampak positif bagi civitas akademika maupun masyarakat.

Acara dibuka langsung oleh Dekan FEB UNTAD, Prof. Wahyuningsih, serta dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.

Dalam sambutannya, Prof. Wahyuningsih menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-63 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan kampus.

“Tema Green, Innovative, Impactful mencerminkan semangat FEB UNTAD untuk terus berkembang melalui inovasi, sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan FEB Green and Clean 2026 meliputi aksi bersih-bersih lingkungan, penataan area fakultas, dan kegiatan penghijauan yang melibatkan seluruh civitas akademika FEB UNTAD.

Partisipasi aktif dosen, tendik, dan mahasiswa menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga kebersihan serta menciptakan lingkungan kampus yang nyaman dan asri.

Melalui peringatan Dies Natalis ke-63 ini, FEB UNTAD diharapkan semakin maju sebagai fakultas yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

GALERI KEGIATAN

Sumber Foto: Metro Sulawesi

Program Studi S1 Ekonomi dan Pembangunan FEB UNTAD Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA

Palu, FEB UNTAD – Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) berhasil meraih akreditasi “UNGGUL” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 053/DE/A.5/LAMEMBA-U/IV/2026.

Capaian ini menambah jumlah prodi terakreditasi Unggul di FEB Untad menjadi empat. Sebelumnya, predikat serupa telah diraih D4 Akuntansi Sektor Publik, S2 Magister Akuntansi, dan S1 Manajemen.

Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja panjang dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan fakultas.

Menurutnya, proses penilaian akreditasi dilakukan berdasarkan tujuh kriteria utama. Penilaian meliputi visi dan misi, kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola, hingga penelitian dosen.

“Seluruh unsur harus berjalan terintegrasi dan konsisten agar bisa mencapai predikat unggul,” ujarnya.

Ia menjelaskan, FEB Untad menerapkan strategi KISS, yaitu Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergitas. Strategi tersebut dinilai mampu memperkuat kerja sama antarunit selama proses akreditasi berlangsung.

Prof. Wahyuningsih juga mengapresiasi kontribusi tim borang, pimpinan jurusan, pimpinan program studi, unit penjaminan mutu, serta dukungan pimpinan universitas.

Selain meningkatkan reputasi kampus, akreditasi Unggul memberikan keuntungan bagi mahasiswa dan lulusan. Status tersebut menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan, termasuk di instansi pemerintah dan BUMN.

Akreditasi Unggul juga membuka peluang kerja sama penelitian dan hibah internasional bagi FEB Untad.

Ke depan, FEB Untad menargetkan akreditasi internasional. Persiapan dilakukan dengan memperluas kolaborasi bersama perguruan tinggi dan lembaga luar negeri di Asia Tenggara, Australia, Eropa, dan Amerika.

Sementara itu, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti peningkatan mutu pendidikan di Universitas Tadulako. Capaian ini menunjukkan bahwa penguatan kualitas akademik, penelitian, tata kelola, dan pelayanan pendidikan di Untad berjalan ke arah yang tepat.

Baca juga di Metro Sulawesi

Mahasiswi FEB UNTAD Reyva Imelda Juara 1 Kejurnas Wadokai Karate Nasional 2026 di Bogor

FEB UNTAD – Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD), Reyva Imelda Sambenthiro berhasil mengharumkan nama Sulawesi Tengah setelah meraih Juara 1 pada ajang Kejurnas Wadokai Karate-Do Open Tournament – Festival 2026 yang berlangsung di Pakansari pada 30 April hingga 3 Mei 2026.

Reyva Imelda tampil luar biasa pada nomor kumite senior +68 kilogram putri dan sukses menyumbangkan medali emas bagi kontingen Wadokai Sulawesi Tengah. Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Universitas Tadulako, khususnya FEB UNTAD, karena mahasiswanya mampu bersaing dan menjadi juara di tingkat nasional.

Keberhasilan Reyva Imelda Sambenthiro pada Kejurnas Karate Nasional 2026 semakin memperkuat eksistensi atlet karate asal Sulawesi Tengah di kancah nasional. Dalam turnamen bergengsi tersebut, kontingen Wadokai Sulawesi Tengah tampil sempurna dengan memborong enam medali emas dari enam atlet yang diturunkan.

Selain Reyva, sejumlah atlet Wadokai Sulteng lainnya juga berhasil menjadi juara di kategori masing-masing. Prestasi ini menunjukkan kualitas pembinaan karate di Sulawesi Tengah terus berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi nasional.

Ketua Umum Wadokai Sulawesi Tengah, Mashuri mengaku bangga atas pencapaian para atlet muda tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih menjadi bukti bahwa karateka Sulawesi Tengah mampu bersaing di level nasional melalui latihan disiplin dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hasil ini sangat membanggakan. Kami hanya mengirim enam atlet dan semuanya berhasil membawa pulang medali emas. Ini bukti bahwa atlet-atlet Wadokai Sulteng mampu bersaing di level nasional,” ujar Mashuri.

Prestasi Reyva Imelda sebagai Juara 1 Kejurnas Wadokai Karate Nasional 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Tadulako dan generasi muda Sulawesi Tengah untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga.

Link sumber berita Mercusuar

Mahasiswa FEB UNTAD Raih Juara 3 Kompetisi PILMAPRES

FEB UNTAD – Rahmad Hidayat, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD), sukses menorehkan capaian membanggakan pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat LLDIKTI Wilayah XVI tahun 2026. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil menempati posisi ketiga untuk kategori program sarjana. Ajang Pilmapres yang berlangsung sejak 4 hingga 7 Mei 2026 itu diikuti oleh delegasi mahasiswa unggulan dari 28 perguruan tinggi negeri dan swasta yang berasal dari Sulawesi Tengah, Gorontalo, serta Sulawesi Utara.

Sebelum mewakili kampus di tingkat wilayah, Rahmad terlebih dahulu dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Tadulako. Pada proses seleksi, setiap peserta diuji melalui beberapa tahapan penilaian, mulai dari rekam jejak prestasi, penyampaian ide inovatif, hingga kemampuan berbahasa Inggris. Penjurian dilakukan oleh tim akademisi yang juga terlibat dalam seleksi Pilmapres Nasional.

Keberhasilan Rahmad tidak lepas dari sederet pengalaman yang telah ia raih selama menjadi mahasiswa. Selain aktif di bidang akademik, ia juga dikenal memiliki perhatian terhadap isu kewirausahaan dan lingkungan hidup. Berbagai penghargaan tingkat nasional pernah ia peroleh. Tak hanya itu, Rahmad juga beberapa kali dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan kepemudaan dan lingkungan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Salah satu kegiatan yang pernah melibatkannya yakni Bootcamp Green Youth Big Impact yang digagas SavEnvironment bersama United Nations Development Programme (UNDP), di mana ia hadir sebagai narasumber.

Di sektor kewirausahaan mahasiswa, Rahmad memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2024 dan 2025. Total bantuan yang diterimanya mencapai Rp21,5 juta.

Aktivitasnya dalam gerakan lingkungan juga cukup menonjol. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Trash Ranger Sulawesi Tengah. Berkat kiprahnya tersebut, Rahmad memperoleh Telkom Sustainability Award pada kategori aksi pelestarian ekosistem darat dan laut dengan dukungan dana Rp25 juta.

Selain aktif berkegiatan, ia juga telah memiliki dua sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Dalam sesi pemaparan ide kreatif Pilmapres, Rahmad memperkenalkan gagasan mengenai pengembangan skema bursa karbon reguler berbasis kearifan lokal Ombo untuk mendukung pemberdayaan masyarakat adat Kaili.

Sedangkan pada tahap kemampuan bahasa Inggris, ia membawakan pembahasan terkait Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16 yang menyoroti isu perdamaian, keadilan, dan kelembagaan, termasuk dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Menanggapi pencapaiannya, Rahmad mengatakan bahwa keikutsertaannya di Pilmapres memberikan banyak pelajaran serta kesempatan membangun jaringan dengan mahasiswa dari berbagai daerah.

Menurutnya, nilai utama dari sebuah prestasi bukan hanya penghargaan yang diraih, melainkan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk terus berkarya dan menciptakan dampak positif melalui kemampuan yang dimiliki masing-masing.

Link sumber berita: Mercusuar