Advertisement

OJK, FEB Universitas Tadulako, dan Hannah Asa Indonesia Gelar Pelatihan Duta Literasi Keuangan Daerah Sulawesi Tengah Batch 3

Palu, 1 Desember 2025 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako serta Hannah Asa Indonesia kembali menyelenggarakan Pelatihan Duta Literasi Keuangan Daerah Sulawesi Tengah Batch 3, bertempat di LPMPP Universitas Tadulako. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mencetak generasi muda yang kompeten, berintegritas, dan mampu mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan di Sulawesi Tengah.  Pelatihan tahun ini dirangkaikan dengan kegiatan Skill Up Sertifikasi Associate Wealth Planner (AWP) Syariah untuk:

– Dosen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

– Dosen Jurusan Manajemen

– Dosen Jurusan Akutansi

  yang akan memberikan fondasi profesional dalam perencanaan keuangan syariah, pengelolaan aset, proteksi risiko, dan tata kelola keuangan berbasis nilai.

Kegiatan Dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako : Penguatan Peran Generasi Muda di Era Risiko Digital

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako periode 2025–2027. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan tidak dapat dilepaskan dari dinamika digital, perkembangan industri finansial, serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan.  

Beliau menekankan bahwa FEB UNTAD berkomitmen menjadi pusat pengembangan edukasi keuangan kampus dan daerah, melalui kemitraan strategis dengan OJK, industri, dan lembaga literasi seperti Hannah Asa Indonesia.

Sambutan Kepala OJK Sulteng: Duta Literasi Keuangan

Sebagai Garda Terdepan Generasi Cerdas Finansial Dalam sambutan utamanya, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bapak Bonny Hardi Putra, menekankan tantangan literasi keuangan di era transformasi digital.  

Beliau menyampaikan bahwa:  “Isu literasi dan inklusi keuangan hari ini menghadapi tantangan yang

tidak sederhana. Transformasi digital, layanan keuangan berbasis teknologi, hingga maraknya kejahatan finansial digital mengharuskan kita semakin waspada dan cerdas.”

Beliau menegaskan bahwa OJK tidak dapat bekerja sendiri.Kolaborasi bersama kampus, komunitas, dan lembaga sosial merupakan kunci.  Bonny Hardi Putra juga menyampaikan kebanggaannya kepada para peserta: “Saya bangga menyaksikan lahirnya generasi baru yang berdiri di garda terdepan sebagai Duta Literasi Keuangan OJK Sulawesi Tengah Batch 3. Kalian akan menjadi role model di kampus, komunitas, UMKM, bahkan media sosial.”

Beliau menutup dengan pesan inspiratif:

“Hari ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah titik awal perjalanan kalian sebagai penggerak perubahan. Ilmu yang tidak dibagikan tidak akan memberi dampak.”

Peran Hannah Asa Indonesia: Penguatan Kapasitas

Sertifikasi Profesional, dan Gerakan Sadar Finansial. Sebagai mitra pelaksana utama, Hannah Asa Indonesia kembali dipercaya untuk:

● memberikan pelatihan intensif AWP Syariah,

● membangun kompetensi komunikasi dan edukasi publik,

● memperkuat pemahaman risiko finansial, proteksi, dan manajemen aset,

● serta membentuk karakter duta yang memiliki integritas dan nilai kebermanfaatan.

Program ini dirancang menjadi bagian dari Gerakan Sadar Finansial dari Sulawesi Tengah untuk Indonesia, yang selama ini digerakkan bersama oleh OJK Sulteng, FEB UNTAD, dan Hannah Asa Indonesia. Gerakan ini menargetkan lahirnya ribuan edukator muda di berbagai kampus, sekolah, dan komunitas.

Mengapa Program Ini Penting?

Batch ketiga Duta Literasi Keuangan Daerah ini diproyeksikan akan memperkuat:

1. Literasi dan resiliensi keuangan generasi muda 

2. Perlindungan masyarakat dari risiko penipuan dan kejahatan finansial digital

3. Kompetensi profesional perencanaan keuangan syariah

4. Jejaring edukator muda dalam ekosistem OJK, kampus, dan komunitas

5. Kontribusi nyata bagi Mahasiswa, UMKM dan masyarakat lokal

Duta literasi yang dikukuhkan hari ini akan menjadi jembatan penting dalam menyampaikan edukasi keuangan yang benar, terpercaya, dan mudah dipahami. Komitmen Bersama untuk Sulawesi Tengah yang Cerdas Finansial

Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, OJK Sulteng, FEB Universitas Tadulako, dan Hannah Asa Indonesia menegaskan komitmen mereka untuk:

● membangun generasi muda yang cerdas finansial,

● memperkuat inklusi keuangan Daerah Sulawesi Tengah

● melindungi masyarakat dari risiko keuangan,

● serta menciptakan ekosistem literasi keuangan yang kokoh dan berkelanjutan.

Program ini sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai wilayah yang aktif mendorong inovasi edukasi keuangan nasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *