Advertisement

PKKMB FEB UNTAD 2026 Resmi Dibuka, 786 Mahasiswa Baru Siap Mengawali Perjalanan Akademik dengan Semangat Character First, Global Next

FEB UNTAD, 29 Juli 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako secara resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 yang diikuti oleh 786 mahasiswa baru. Mengusung tema “Character First, Global Next”, PKKMB tahun ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk membangun karakter, mengenal budaya akademik, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu bersaing di tingkat global.

Tema tersebut mencerminkan komitmen FEB Universitas Tadulako dalam menanamkan nilai-nilai integritas, disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan sebagai fondasi utama sebelum mahasiswa mengembangkan kompetensi akademik dan profesional di era global.

Kegiatan pembukaan berlangsung di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako dengan suasana penuh semangat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, yang memberikan kuliah motivasi kepada seluruh mahasiswa baru sekaligus melakukan pembukaan kegiatan secara simbolis.

Sementara itu, pembukaan resmi PKKMB dilakukan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., yang didampingi para Wakil Dekan, Ketua-Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Dosen-Dosen, Tenaga Kependidikan, serta Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan di lingkungan FEB Universitas Tadulako.

Dalam laporannya, Ketua Panitia PKKMB FEB UNTAD Tahun 2026, Dr. E. Femilia Zahra, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa PKKMB merupakan proses awal pembentukan karakter mahasiswa sebagai insan akademik yang berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“PKKMB merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, membangun jejaring, menumbuhkan semangat kolaborasi, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing. Melalui tema Character First, Global Next, kami ingin menanamkan bahwa karakter yang kuat merupakan modal utama untuk mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB Universitas Tadulako, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar FEB Universitas Tadulako.

Menurutnya, masa perkuliahan bukan hanya menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga kesempatan membangun karakter, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kolaborasi.

“Selamat datang di FEB Universitas Tadulako. Jadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh integritas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta kemauan untuk terus berkembang,” tuturnya.

Kuliah motivasi yang disampaikan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, turut memberikan inspirasi bagi mahasiswa baru untuk menjalani masa studi dengan penuh kesadaran, disiplin, dan tanggung jawab.

“Di perguruan tinggi, yang dibangun adalah kesadaran. Kesadaran itulah yang menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan,” pesannya di hadapan ratusan peserta PKKMB.

Selama pelaksanaan PKKMB, mahasiswa baru akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang meliputi pengenalan sistem akademik, tata kelola fakultas, layanan kemahasiswaan, etika kehidupan kampus, penguatan wawasan kebangsaan, hingga pembinaan karakter. Seluruh materi dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Melalui PKKMB Tahun 2026, FEB Universitas Tadulako kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan global. Kehadiran 786 mahasiswa baru menjadi energi baru bagi fakultas untuk terus melahirkan sumber daya manusia yang inovatif, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, maupun masyarakat internasional.

Dengan semangat “Character First, Global Next”, PKKMB FEB Universitas Tadulako 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga karakter unggul, kepedulian sosial, serta kesiapan untuk menjadi pemimpin masa depan di tingkat nasional maupun global.

Galeri PKKMB

FEB Untad Berkolaborasi dengan EFWA untuk Memperkenalkan Batik Sulawesi Tengah ke Tingkat Internasional

Palu, 9 Juli 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) bekerja sama dengan Eco Fashion Week Australia (EFWA) menggelar International Seminar & Fashion Presentation di Ruang Muhidin FEB Untad, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan batik Sulawesi Tengah ke pasar internasional sekaligus memperkuat kerja sama akademik dengan mitra luar negeri.

Seminar Internasional Angkat Potensi Batik Sulawesi Tengah

Seminar mengusung tema “Empowering Communities through Local Heritage Batik: From Central Sulawesi to the Global Market”. Tema tersebut menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan batik sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Kegiatan ini merupakan implementasi Memorandum of Agreement (MoA) yang telah ditandatangani FEB Untad dan Eco Fashion Week Australia pada tahun sebelumnya. Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi berkomitmen mengembangkan berbagai program yang mendukung promosi batik Sulawesi Tengah di tingkat global.

FEB Untad Dorong Batik Lokal Tembus Pasar Global

Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwa kolaborasi dengan EFWA menjadi bagian dari strategi internasionalisasi fakultas. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghubungkan potensi budaya lokal dengan peluang ekonomi di tingkat internasional.

Ia menjelaskan bahwa Sulawesi Tengah memiliki kekayaan motif batik yang unik serta didukung oleh para perajin yang kreatif. Dengan memanfaatkan inovasi, teknologi digital, kewirausahaan, dan kolaborasi internasional, batik daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing tanpa menghilangkan nilai budaya yang dimiliki.

Dukungan Pemerintah untuk Ekonomi Kreatif

Seminar internasional ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Diah Agustiningsih. Kehadirannya menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat promosi batik Sulawesi Tengah sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pariwisata daerah.

Fashion Presentation Tampilkan Keindahan Batik Sulawesi Tengah

Selain seminar, kegiatan juga diramaikan dengan Fashion Presentation yang menampilkan berbagai koleksi busana berbahan batik khas Sulawesi Tengah. Peragaan busana tersebut menjadi media promosi yang memperlihatkan kekayaan motif lokal dalam balutan desain modern.

Perwakilan Eco Fashion Week Australia, Dr. Zuhal, bersama mitra industri, dosen, mahasiswa, dan tamu undangan mengikuti rangkaian acara dengan mengenakan batik bermotif Sulawesi Tengah. Hal tersebut menjadi simbol dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus promosi produk lokal kepada masyarakat internasional.

Komitmen FEB Untad Go Global

Melalui kegiatan ini, FEB Untad berharap dapat memperluas jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong batik Sulawesi Tengah semakin dikenal di pasar dunia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi fakultas, yaitu “Go Global, Good Character”, melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.

FEB UNTAD Perkuat Kolaborasi melalui Penandatanganan MoU Kampus Berdampak dan Sosialisasi Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI)

FEB UNTAD – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Kampus Berdampak yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI) pada Kamis, 2 Juli 2026, di Ruang Muhidin Smart Classroom FEB UNTAD.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FEB UNTAD beserta jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, mitra kerja, dan para kepala desa yang akan menjadi bagian dari implementasi Program ABDI. Melalui kegiatan ini, FEB UNTAD menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Penandatanganan MoU menjadi langkah strategis FEB UNTAD dalam memperluas kemitraan sekaligus mengimplementasikan Program Kampus Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, FEB UNTAD menjalin kerja sama dengan enam mitra strategis, yaitu:

  • Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP);
  • Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Tengah;
  • Perum BULOG;
  • PT Pegadaian;
  • Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Palu; dan
  • Mitra

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan literasi, penguatan tata kelola, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNTAD menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah. Menurutnya, konsep Kampus Berdampak tidak hanya berbicara tentang capaian akademik, tetapi juga tentang sejauh mana kehadiran perguruan tinggi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai lembaga, FEB UNTAD ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan, hasil penelitian, serta inovasi yang dihasilkan sivitas akademika dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan. Penandatanganan MoU ini menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat dalam mewujudkan Kampus Berdampak,” ujar Dekan FEB UNTAD.

Ia juga berharap seluruh kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui program-program yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Selain penandatanganan MoU, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI). Program ini merupakan bentuk penguatan pengabdian kepada masyarakat yang menempatkan desa sebagai mitra utama dalam pembangunan berbasis potensi lokal.

Melalui Program ABDI, dosen dan mahasiswa FEB UNTAD akan mendampingi desa dalam berbagai bidang, antara lain penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan literasi keuangan dan digital, pengembangan kewirausahaan, pengelolaan potensi ekonomi lokal, hingga pemanfaatan hasil riset untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Program ini juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah desa, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berorientasi pada pembangunan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Pada tahap awal pelaksanaan, Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI) akan melibatkan dua belas desa sebagai mitra pendampingan, yaitu:

  • Desa Karunia, Kecamatan Palolo;
  • Desa Kandidia, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi;
  • Desa Anca, Kecamatan Lindu;
  • Desa Puro’o, Kecamatan Lindu;
  • Desa Langko, Kecamatan Lindu;
  • Desa Tomado, Kecamatan Lindu;
  • Desa Olu, Kecamatan Lindu;
  • Desa Tibo;
  • Desa Tawale;
  • Desa Bale;
  • Desa Tamarenja; dan
  • Desa Porame, Kabupaten Sigi.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, FEB UNTAD berharap setiap desa mampu mengembangkan potensi lokalnya secara optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing desa.

Pelaksanaan Penandatanganan MoU Kampus Berdampak dan Sosialisasi Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI) menjadi bukti nyata komitmen FEB UNTAD dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis dan pemerintah desa, FEB UNTAD tidak hanya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah melalui inovasi, riset, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal. Ke depan, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang memberikan dampak nyata, memperkuat kemandirian desa, serta mendukung terwujudnya pembangunan Sulawesi Tengah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Galeri Kegiatan