Advertisement

Bank Indonesia Mengajar 2026 Hadir di FEB Untad

FEB UNTAD – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Bank Indonesia Mengajar 2026 yang menghadirkan Dewan Gubernur Bank Indonesia, Ibu Aida S. Budiman, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi sivitas akademika untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai arah kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan tantangan perekonomian Indonesia di masa depan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas komitmennya dalam membangun sinergi dengan perguruan tinggi melalui program edukasi yang memperkuat literasi ekonomi dan keuangan di kalangan mahasiswa. Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan otoritas moneter menjadi langkah penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi global.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 11 Agustus 2026 di ruangan Muhidin Smart Classroom Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika FEB Untad. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, ditandai dengan tingginya partisipasi dalam sesi pemaparan materi maupun diskusi interaktif bersama narasumber.

Mengusung tema “Bauran Kebijakan Bank Indonesia: Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif Menuju Indonesia Emas 2045“, Ibu Aida S. Budiman menjelaskan berbagai strategi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, memperkuat sistem pembayaran digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa bauran kebijakan Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada stabilitas moneter, tetapi juga diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi nasional melalui sinergi kebijakan dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Penguatan digitalisasi sistem pembayaran, pengembangan ekonomi dan keuangan digital, serta peningkatan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa dan dosen terkait prospek ekonomi nasional, tantangan global, perkembangan ekonomi digital, hingga peran generasi muda dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Kesempatan berdialog langsung dengan Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi pengalaman berharga bagi peserta untuk memahami implementasi kebijakan ekonomi dari perspektif regulator.

Melalui penyelenggaraan Bank Indonesia Mengajar 2026, FEB Universitas Tadulako kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan akademik yang berkualitas serta memperkuat jejaring dengan lembaga-lembaga strategis nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan, memperluas wawasan mahasiswa, serta menginspirasi lahirnya generasi ekonom muda yang siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *