Advertisement

FEB UNTAD Perkuat Kolaborasi melalui Penandatanganan MoU Kampus Berdampak dan Sosialisasi Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI)

FEB UNTAD – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Kampus Berdampak yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI) pada Kamis, 2 Juli 2026, di Ruang Muhidin Smart Classroom FEB UNTAD.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FEB UNTAD beserta jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, mitra kerja, dan para kepala desa yang akan menjadi bagian dari implementasi Program ABDI. Melalui kegiatan ini, FEB UNTAD menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Penandatanganan MoU menjadi langkah strategis FEB UNTAD dalam memperluas kemitraan sekaligus mengimplementasikan Program Kampus Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, FEB UNTAD menjalin kerja sama dengan enam mitra strategis, yaitu:

  • Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP);
  • Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Tengah;
  • Perum BULOG;
  • PT Pegadaian;
  • Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Palu; dan
  • Mitra

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan literasi, penguatan tata kelola, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNTAD menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah. Menurutnya, konsep Kampus Berdampak tidak hanya berbicara tentang capaian akademik, tetapi juga tentang sejauh mana kehadiran perguruan tinggi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai lembaga, FEB UNTAD ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan, hasil penelitian, serta inovasi yang dihasilkan sivitas akademika dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan. Penandatanganan MoU ini menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat dalam mewujudkan Kampus Berdampak,” ujar Dekan FEB UNTAD.

Ia juga berharap seluruh kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui program-program yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Selain penandatanganan MoU, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI). Program ini merupakan bentuk penguatan pengabdian kepada masyarakat yang menempatkan desa sebagai mitra utama dalam pembangunan berbasis potensi lokal.

Melalui Program ABDI, dosen dan mahasiswa FEB UNTAD akan mendampingi desa dalam berbagai bidang, antara lain penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan literasi keuangan dan digital, pengembangan kewirausahaan, pengelolaan potensi ekonomi lokal, hingga pemanfaatan hasil riset untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Program ini juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah desa, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berorientasi pada pembangunan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Pada tahap awal pelaksanaan, Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI) akan melibatkan dua belas desa sebagai mitra pendampingan, yaitu:

  • Desa Karunia, Kecamatan Palolo;
  • Desa Kandidia, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi;
  • Desa Anca, Kecamatan Lindu;
  • Desa Puro’o, Kecamatan Lindu;
  • Desa Langko, Kecamatan Lindu;
  • Desa Tomado, Kecamatan Lindu;
  • Desa Olu, Kecamatan Lindu;
  • Desa Tibo;
  • Desa Tawale;
  • Desa Bale;
  • Desa Tamarenja; dan
  • Desa Porame, Kabupaten Sigi.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, FEB UNTAD berharap setiap desa mampu mengembangkan potensi lokalnya secara optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing desa.

Pelaksanaan Penandatanganan MoU Kampus Berdampak dan Sosialisasi Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI) menjadi bukti nyata komitmen FEB UNTAD dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis dan pemerintah desa, FEB UNTAD tidak hanya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah melalui inovasi, riset, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal. Ke depan, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang memberikan dampak nyata, memperkuat kemandirian desa, serta mendukung terwujudnya pembangunan Sulawesi Tengah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Galeri Kegiatan

FEB UNTAD Jadi Tuan Rumah Rapat Pleno APSMBI 2026, Fokus Cetak Lulusan Siap Kerja

FEB UNTAD – Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) menyelenggarakan Rapat Pleno I Tahun 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang mempertemukan akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 17–18 Juni 2026, di Hotel Best Western Plus Coco Palu.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Rudi Dewanto, melalui prosesi pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rapat pleno.

Sebanyak 69 akademisi dari 34 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hadir dalam forum tersebut untuk membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan Program Studi Manajemen jenjang Sarjana, khususnya penyempurnaan kurikulum agar lebih relevan dengan perkembangan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDI).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako, Prof. Wahyuningsih, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB Untad sebagai penyelenggara kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, penunjukan Palu sebagai lokasi pleno merupakan pengakuan terhadap kualitas akademik dan kesiapan institusi, termasuk Program Studi S1 Manajemen FEB Untad yang telah memperoleh akreditasi Unggul dari LAMEMBA.

Ia menjelaskan bahwa forum APSMBI menjadi media penting untuk menyelaraskan kebijakan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja melalui pengembangan kurikulum yang lebih aplikatif.

“Kurikulum yang disusun diharapkan tidak hanya memperkuat penguasaan teori, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain membahas penyempurnaan kurikulum, para peserta juga merumuskan berbagai rekomendasi yang bertujuan meningkatkan kualitas lulusan Program Studi Manajemen di tingkat nasional sehingga lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis dan perkembangan teknologi.

Ketua Panitia Pelaksana, Harnida Wahyuni Adda, Ph.D, menjelaskan bahwa hasil diskusi dalam rapat pleno diharapkan menjadi acuan bersama bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap tantangan masa depan.

Tidak hanya berfokus pada agenda akademik, APSMBI juga menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Tondo, Kota Palu. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan organisasi kemanusiaan internasional asal Prancis, Humanity & Inclusion, dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penyintas gempa.

Melalui kegiatan tersebut, APSMBI berupaya menggali berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM sebagai dasar penyusunan rekomendasi pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah pascabencana.

Suasana pelaksanaan rapat pleno juga semakin semarak dengan kehadiran stan-stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas Sulawesi Tengah. Kehadiran pelaku usaha lokal menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif kepada para peserta dari berbagai daerah.

Melalui penyelenggaraan Rapat Pleno I APSMBI Tahun 2026, para akademisi berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang mampu memperkuat kualitas pendidikan tinggi di bidang manajemen, sekaligus mendukung terciptanya lulusan yang profesional, inovatif, serta siap menjawab kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.

Pembukaan Dies Natalis FEB UNTAD ke-63 Dirangkaikan dengan FEB Green and Clean 2026

Palu, FEB UNTAD – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) resmi membuka rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-63 yang dirangkaikan dengan program FEB Green and Clean 2026, Sabtu (09/5/2026), di lingkungan FEB UNTAD.

Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Green, Innovative, Impactful”, sebagai wujud komitmen FEB UNTAD dalam menciptakan lingkungan kampus yang bersih, inovatif, dan berdampak positif bagi civitas akademika maupun masyarakat.

Acara dibuka langsung oleh Dekan FEB UNTAD, Prof. Wahyuningsih, serta dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.

Dalam sambutannya, Prof. Wahyuningsih menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-63 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan kampus.

“Tema Green, Innovative, Impactful mencerminkan semangat FEB UNTAD untuk terus berkembang melalui inovasi, sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan FEB Green and Clean 2026 meliputi aksi bersih-bersih lingkungan, penataan area fakultas, dan kegiatan penghijauan yang melibatkan seluruh civitas akademika FEB UNTAD.

Partisipasi aktif dosen, tendik, dan mahasiswa menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga kebersihan serta menciptakan lingkungan kampus yang nyaman dan asri.

Melalui peringatan Dies Natalis ke-63 ini, FEB UNTAD diharapkan semakin maju sebagai fakultas yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

GALERI KEGIATAN

Mahasiswi FEB UNTAD Reyva Imelda Juara 1 Kejurnas Wadokai Karate Nasional 2026 di Bogor

FEB UNTAD – Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD), Reyva Imelda Sambenthiro berhasil mengharumkan nama Sulawesi Tengah setelah meraih Juara 1 pada ajang Kejurnas Wadokai Karate-Do Open Tournament – Festival 2026 yang berlangsung di Pakansari pada 30 April hingga 3 Mei 2026.

Reyva Imelda tampil luar biasa pada nomor kumite senior +68 kilogram putri dan sukses menyumbangkan medali emas bagi kontingen Wadokai Sulawesi Tengah. Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Universitas Tadulako, khususnya FEB UNTAD, karena mahasiswanya mampu bersaing dan menjadi juara di tingkat nasional.

Keberhasilan Reyva Imelda Sambenthiro pada Kejurnas Karate Nasional 2026 semakin memperkuat eksistensi atlet karate asal Sulawesi Tengah di kancah nasional. Dalam turnamen bergengsi tersebut, kontingen Wadokai Sulawesi Tengah tampil sempurna dengan memborong enam medali emas dari enam atlet yang diturunkan.

Selain Reyva, sejumlah atlet Wadokai Sulteng lainnya juga berhasil menjadi juara di kategori masing-masing. Prestasi ini menunjukkan kualitas pembinaan karate di Sulawesi Tengah terus berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi nasional.

Ketua Umum Wadokai Sulawesi Tengah, Mashuri mengaku bangga atas pencapaian para atlet muda tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih menjadi bukti bahwa karateka Sulawesi Tengah mampu bersaing di level nasional melalui latihan disiplin dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hasil ini sangat membanggakan. Kami hanya mengirim enam atlet dan semuanya berhasil membawa pulang medali emas. Ini bukti bahwa atlet-atlet Wadokai Sulteng mampu bersaing di level nasional,” ujar Mashuri.

Prestasi Reyva Imelda sebagai Juara 1 Kejurnas Wadokai Karate Nasional 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Tadulako dan generasi muda Sulawesi Tengah untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga.

Link sumber berita Mercusuar

Mahasiswa FEB UNTAD Raih Juara 3 Kompetisi PILMAPRES

FEB UNTAD – Rahmad Hidayat, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD), sukses menorehkan capaian membanggakan pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat LLDIKTI Wilayah XVI tahun 2026. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil menempati posisi ketiga untuk kategori program sarjana. Ajang Pilmapres yang berlangsung sejak 4 hingga 7 Mei 2026 itu diikuti oleh delegasi mahasiswa unggulan dari 28 perguruan tinggi negeri dan swasta yang berasal dari Sulawesi Tengah, Gorontalo, serta Sulawesi Utara.

Sebelum mewakili kampus di tingkat wilayah, Rahmad terlebih dahulu dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Tadulako. Pada proses seleksi, setiap peserta diuji melalui beberapa tahapan penilaian, mulai dari rekam jejak prestasi, penyampaian ide inovatif, hingga kemampuan berbahasa Inggris. Penjurian dilakukan oleh tim akademisi yang juga terlibat dalam seleksi Pilmapres Nasional.

Keberhasilan Rahmad tidak lepas dari sederet pengalaman yang telah ia raih selama menjadi mahasiswa. Selain aktif di bidang akademik, ia juga dikenal memiliki perhatian terhadap isu kewirausahaan dan lingkungan hidup. Berbagai penghargaan tingkat nasional pernah ia peroleh. Tak hanya itu, Rahmad juga beberapa kali dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan kepemudaan dan lingkungan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Salah satu kegiatan yang pernah melibatkannya yakni Bootcamp Green Youth Big Impact yang digagas SavEnvironment bersama United Nations Development Programme (UNDP), di mana ia hadir sebagai narasumber.

Di sektor kewirausahaan mahasiswa, Rahmad memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2024 dan 2025. Total bantuan yang diterimanya mencapai Rp21,5 juta.

Aktivitasnya dalam gerakan lingkungan juga cukup menonjol. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Trash Ranger Sulawesi Tengah. Berkat kiprahnya tersebut, Rahmad memperoleh Telkom Sustainability Award pada kategori aksi pelestarian ekosistem darat dan laut dengan dukungan dana Rp25 juta.

Selain aktif berkegiatan, ia juga telah memiliki dua sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Dalam sesi pemaparan ide kreatif Pilmapres, Rahmad memperkenalkan gagasan mengenai pengembangan skema bursa karbon reguler berbasis kearifan lokal Ombo untuk mendukung pemberdayaan masyarakat adat Kaili.

Sedangkan pada tahap kemampuan bahasa Inggris, ia membawakan pembahasan terkait Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16 yang menyoroti isu perdamaian, keadilan, dan kelembagaan, termasuk dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Menanggapi pencapaiannya, Rahmad mengatakan bahwa keikutsertaannya di Pilmapres memberikan banyak pelajaran serta kesempatan membangun jaringan dengan mahasiswa dari berbagai daerah.

Menurutnya, nilai utama dari sebuah prestasi bukan hanya penghargaan yang diraih, melainkan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk terus berkarya dan menciptakan dampak positif melalui kemampuan yang dimiliki masing-masing.

Link sumber berita: Mercusuar

Kuliah Tamu Magister Ilmu Ekonomi FEB Untad Bahas Dilema Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Dampak Sektor Ekstraktif

Palu, 9 April 2026 – Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) sukses menggelar kegiatan kuliah tamu dengan tema “Dilema Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Peran Sektor Ekstraktif dan Dampaknya pada Lingkungan serta Sumber Daya Alam”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Muhidin Smart Classroom FEB Untad.

Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Firmansyah, Ph.D., yang dikenal sebagai pakar ekonomi pembangunan. Acara dipandu oleh moderator sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Mohamad Ichwan Tandju. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I FEB Untad, Dr. Suparman.

Dalam sambutannya, Dr. Suparman menekankan pentingnya diskusi akademik terkait sektor ekstraktif yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah, namun juga menyimpan berbagai tantangan, khususnya terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dan dosen mengenai bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Firmansyah, Ph.D. menjelaskan bahwa sektor ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Namun, di sisi lain, eksploitasi yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, degradasi lahan, serta konflik sosial di masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. “Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara bijak agar manfaat ekonomi tidak mengorbankan generasi mendatang,” jelasnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari para dosen serta mahasiswa S1 dan S2 yang hadir. Berbagai pertanyaan dan pandangan kritis disampaikan, mulai dari strategi diversifikasi ekonomi daerah hingga solusi konkret dalam mengurangi dampak negatif sektor ekstraktif.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Ilmu Ekonomi FEB Untad berharap dapat terus mendorong terciptanya ruang diskusi ilmiah yang relevan dengan isu-isu pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi dilema antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Program Studi S1 Akuntansi FEB Untad Gelar FGD Kurikulum dan RPS

Palu, 6 April 2026 – Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada Senin (6/4) di Ballroom Hotel Helsinki Palu. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan akuntansi serta memastikan lulusan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan industri.

FGD Kurikulum dan RPS S1 Akuntansi FEB Untad ini secara resmi dibuka oleh Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum berbasis industri, teknologi, dan tantangan global.

“Penyusunan kurikulum dan RPS yang adaptif sangat penting untuk menjawab tantangan global serta memastikan lulusan memiliki kompetensi unggul, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholder, termasuk perwakilan pemerintah daerah, pelaku bisnis, dan organisasi non-pemerintah (NGO). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperoleh masukan strategis dalam penyusunan kurikulum akuntansi berbasis kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital.

Koordinator Program Studi S1 Akuntansi, Dr. Ni Made Suwitri Parwati, menyampaikan bahwa FGD Kurikulum Akuntansi FEB Untad merupakan bentuk komitmen dalam menjaga mutu akademik dan meningkatkan daya saing lulusan di era digital.

“Kami ingin memastikan bahwa kurikulum S1 Akuntansi tidak hanya berbasis teori, tetapi juga aplikatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kontribusi stakeholder sangat penting dalam memperkuat kompetensi lulusan, terutama dalam bidang akuntansi digital, etika profesi, serta penguasaan teknologi informasi.

Penguatan Kurikulum Akuntansi Berbasis Industri dan Digitalisasi

Diskusi dalam FGD Kurikulum dan RPS ini berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis, seperti:

  • Penguatan mata kuliah berbasis praktik akuntansi
  • Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran akuntansi
  • Penyesuaian RPS berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL)
  • Kebutuhan kompetensi akuntan profesional di era industri

Masukan dari stakeholder menekankan pentingnya lulusan akuntansi yang adaptif, profesional, dan memiliki integritas tinggi dalam menghadapi dinamika dunia kerja.

Komitmen FEB Untad Tingkatkan Mutu Pendidikan Akuntansi

Melalui kegiatan FGD Kurikulum S1 Akuntansi FEB Untad ini, diharapkan tercipta kurikulum yang inovatif, relevan, dan mampu menjawab tantangan era digital serta kebutuhan pasar kerja nasional maupun global.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen FEB Untad dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang akuntansi, dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses pengembangan kurikulum.

FGD Kurikulum dan RPS ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan lulusan akuntansi yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

FEB UNTAD Peduli Berbagi: THR Sembako untuk Para Pahlawan Kebersihan Fakultas

FEB UNTAD, 13 Maret 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako menggelar kegiatan sosial bertajuk “FEB Peduli Berbagi”. Kegiatan ini berupa penyaluran bantuan THR dalam bentuk paket sembako kepada petugas cleaning service (CS).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kepada para petugas yang selama ini berperan penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kampus.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Dekan FEB, Prof. Wahyuningsih, bersama Kepala Bagian FEB, Dr. Rosidah. Mereka menyerahkan paket sembako sebagai wujud terima kasih atas dedikasi para petugas kebersihan.

Dalam sambutannya, Dekan FEB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program FEB Peduli. Program tersebut bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.

Ia juga menegaskan bahwa petugas kebersihan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perkuliahan dan kegiatan akademik.

“Kami sangat menghargai kerja keras para petugas cleaning service yang setiap hari menjaga kebersihan dan kenyamanan. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menyampaikan terima kasih,” ujarnya.

Para petugas yang menerima bantuan menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari raya serta menambah semangat dalam bekerja.

Melalui kegiatan FEB Peduli Berbagi, diharapkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan saling menghargai di lingkungan kampus semakin tumbuh.

FEB Universitas Tadulako Gelar Tafakur dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Sivitas Akademika

Palu, 27 Februari 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako menyelenggarakan kegiatan Tafakur dan Buka Puasa Bersama yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual sivitas akademika di bulan suci Ramadan.

Acara ini menghadirkan tiga pemateri inspiratif, yakni Zainal Abidin, Haryono M. Yasin Anda, dan Faizal Asdar. Dalam tausiyahnya, para narasumber menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual, khususnya bagi insan akademik di lingkungan FEB.

Prof. KH. Zainal Abidin menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum tafakur atau refleksi diri untuk meningkatkan kualitas iman, integritas, dan tanggung jawab moral. Menurut beliau, insan akademik tidak hanya dituntut unggul dalam keilmuan, tetapi juga dalam akhlak dan keteladanan.

Ust. Haryono M. Yasin Anda dalam ceramahnya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa kebersamaan dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dari nilai persaudaraan dan solidaritas di lingkungan kampus.

Sementara itu, H. Faizal Asdar, LC., MA menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia juga mengajak mahasiswa dan semua civitas FEB untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter kepemimpinan yang berintegritas.

Dalam sambutannya, Dekan FEB Universitas Tadulako menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan Tafakur dan Buka Puasa Bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai spiritual bagi seluruh sivitas akademika. Kami berharap melalui momentum Ramadan ini, FEB Universitas Tadulako semakin solid, berintegritas, dan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik serta berakhlak mulia,” ujar Dekan FEB.

Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa ini ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, FEB Universitas Tadulako berkomitmen untuk terus membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual.