Palu, 9 April 2026 – Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) sukses menggelar kegiatan kuliah tamu dengan tema “Dilema Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Peran Sektor Ekstraktif dan Dampaknya pada Lingkungan serta Sumber Daya Alam”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Muhidin Smart Classroom FEB Untad.
Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Firmansyah, Ph.D., yang dikenal sebagai pakar ekonomi pembangunan. Acara dipandu oleh moderator sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Mohamad Ichwan Tandju. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I FEB Untad, Dr. Suparman.
Dalam sambutannya, Dr. Suparman menekankan pentingnya diskusi akademik terkait sektor ekstraktif yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah, namun juga menyimpan berbagai tantangan, khususnya terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dan dosen mengenai bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Firmansyah, Ph.D. menjelaskan bahwa sektor ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Namun, di sisi lain, eksploitasi yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, degradasi lahan, serta konflik sosial di masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. “Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara bijak agar manfaat ekonomi tidak mengorbankan generasi mendatang,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari para dosen serta mahasiswa S1 dan S2 yang hadir. Berbagai pertanyaan dan pandangan kritis disampaikan, mulai dari strategi diversifikasi ekonomi daerah hingga solusi konkret dalam mengurangi dampak negatif sektor ekstraktif.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Ilmu Ekonomi FEB Untad berharap dapat terus mendorong terciptanya ruang diskusi ilmiah yang relevan dengan isu-isu pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi dilema antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.


