Advertisement

Sambut Mahasiswa Baru, FEB Untad Ajak Aktif di Organisasi dan Hindari Pergaulan Negatif

FEB UNTAD – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad), Prof. Wahyuningsih, mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa perkuliahan dengan mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan yang tersedia di lingkungan kampus. Ajakan tersebut disampaikan kepada calon mahasiswa yang telah dinyatakan diterima di FEB Untad sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia pendidikan tinggi.

Menurut Prof. Wahyuningsih, kehidupan sebagai mahasiswa memiliki pola yang berbeda dibandingkan saat masih menempuh pendidikan di tingkat SMA. Jadwal kuliah yang lebih fleksibel menuntut mahasiswa mampu mengatur waktu secara mandiri agar tetap produktif.

Ia menjelaskan, tidak setiap hari mahasiswa mengikuti perkuliahan penuh. Dalam kondisi tertentu, mahasiswa hanya memiliki satu mata kuliah dalam sehari. Oleh karena itu, kemampuan mengelola waktu menjadi faktor penting agar waktu luang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari luar Kota Palu maupun berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Menurutnya, mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga perlu memiliki kesadaran untuk menjaga diri dari pengaruh lingkungan yang dapat berdampak negatif.

Pihak fakultas, kata dia, juga memiliki tanggung jawab dalam mendampingi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan sehingga diharapkan mereka tetap berada dalam lingkungan yang positif. Sebagai bentuk pengembangan diri, mahasiswa baru dianjurkan aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, kegiatan seni, olahraga, hingga berbagai aktivitas yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

Melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berorganisasi, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta memperluas relasi selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Di akhir penyampaiannya, Prof. Wahyuningsih turut mengingatkan seluruh calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus agar segera menyelesaikan proses daftar ulang serta melengkapi seluruh persyaratan administrasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Universitas Tadulako agar tidak mengalami kendala dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

FEB UNTAD Jadi Tuan Rumah Rapat Pleno APSMBI 2026, Fokus Cetak Lulusan Siap Kerja

FEB UNTAD – Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) menyelenggarakan Rapat Pleno I Tahun 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang mempertemukan akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 17–18 Juni 2026, di Hotel Best Western Plus Coco Palu.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Rudi Dewanto, melalui prosesi pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rapat pleno.

Sebanyak 69 akademisi dari 34 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hadir dalam forum tersebut untuk membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan Program Studi Manajemen jenjang Sarjana, khususnya penyempurnaan kurikulum agar lebih relevan dengan perkembangan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDI).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako, Prof. Wahyuningsih, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB Untad sebagai penyelenggara kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, penunjukan Palu sebagai lokasi pleno merupakan pengakuan terhadap kualitas akademik dan kesiapan institusi, termasuk Program Studi S1 Manajemen FEB Untad yang telah memperoleh akreditasi Unggul dari LAMEMBA.

Ia menjelaskan bahwa forum APSMBI menjadi media penting untuk menyelaraskan kebijakan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja melalui pengembangan kurikulum yang lebih aplikatif.

“Kurikulum yang disusun diharapkan tidak hanya memperkuat penguasaan teori, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain membahas penyempurnaan kurikulum, para peserta juga merumuskan berbagai rekomendasi yang bertujuan meningkatkan kualitas lulusan Program Studi Manajemen di tingkat nasional sehingga lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis dan perkembangan teknologi.

Ketua Panitia Pelaksana, Harnida Wahyuni Adda, Ph.D, menjelaskan bahwa hasil diskusi dalam rapat pleno diharapkan menjadi acuan bersama bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap tantangan masa depan.

Tidak hanya berfokus pada agenda akademik, APSMBI juga menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Tondo, Kota Palu. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan organisasi kemanusiaan internasional asal Prancis, Humanity & Inclusion, dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penyintas gempa.

Melalui kegiatan tersebut, APSMBI berupaya menggali berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM sebagai dasar penyusunan rekomendasi pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah pascabencana.

Suasana pelaksanaan rapat pleno juga semakin semarak dengan kehadiran stan-stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas Sulawesi Tengah. Kehadiran pelaku usaha lokal menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif kepada para peserta dari berbagai daerah.

Melalui penyelenggaraan Rapat Pleno I APSMBI Tahun 2026, para akademisi berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang mampu memperkuat kualitas pendidikan tinggi di bidang manajemen, sekaligus mendukung terciptanya lulusan yang profesional, inovatif, serta siap menjawab kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.