Advertisement

Mahasiswi FEB UNTAD Reyva Imelda Juara 1 Kejurnas Wadokai Karate Nasional 2026 di Bogor

FEB UNTAD – Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD), Reyva Imelda Sambenthiro berhasil mengharumkan nama Sulawesi Tengah setelah meraih Juara 1 pada ajang Kejurnas Wadokai Karate-Do Open Tournament – Festival 2026 yang berlangsung di Pakansari pada 30 April hingga 3 Mei 2026.

Reyva Imelda tampil luar biasa pada nomor kumite senior +68 kilogram putri dan sukses menyumbangkan medali emas bagi kontingen Wadokai Sulawesi Tengah. Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Universitas Tadulako, khususnya FEB UNTAD, karena mahasiswanya mampu bersaing dan menjadi juara di tingkat nasional.

Keberhasilan Reyva Imelda Sambenthiro pada Kejurnas Karate Nasional 2026 semakin memperkuat eksistensi atlet karate asal Sulawesi Tengah di kancah nasional. Dalam turnamen bergengsi tersebut, kontingen Wadokai Sulawesi Tengah tampil sempurna dengan memborong enam medali emas dari enam atlet yang diturunkan.

Selain Reyva, sejumlah atlet Wadokai Sulteng lainnya juga berhasil menjadi juara di kategori masing-masing. Prestasi ini menunjukkan kualitas pembinaan karate di Sulawesi Tengah terus berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi nasional.

Ketua Umum Wadokai Sulawesi Tengah, Mashuri mengaku bangga atas pencapaian para atlet muda tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih menjadi bukti bahwa karateka Sulawesi Tengah mampu bersaing di level nasional melalui latihan disiplin dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hasil ini sangat membanggakan. Kami hanya mengirim enam atlet dan semuanya berhasil membawa pulang medali emas. Ini bukti bahwa atlet-atlet Wadokai Sulteng mampu bersaing di level nasional,” ujar Mashuri.

Prestasi Reyva Imelda sebagai Juara 1 Kejurnas Wadokai Karate Nasional 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Tadulako dan generasi muda Sulawesi Tengah untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga.

Link sumber berita Mercusuar

Mahasiswa FEB UNTAD Raih Juara 3 Kompetisi PILMAPRES

FEB UNTAD – Rahmad Hidayat, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD), sukses menorehkan capaian membanggakan pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat LLDIKTI Wilayah XVI tahun 2026. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil menempati posisi ketiga untuk kategori program sarjana. Ajang Pilmapres yang berlangsung sejak 4 hingga 7 Mei 2026 itu diikuti oleh delegasi mahasiswa unggulan dari 28 perguruan tinggi negeri dan swasta yang berasal dari Sulawesi Tengah, Gorontalo, serta Sulawesi Utara.

Sebelum mewakili kampus di tingkat wilayah, Rahmad terlebih dahulu dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Tadulako. Pada proses seleksi, setiap peserta diuji melalui beberapa tahapan penilaian, mulai dari rekam jejak prestasi, penyampaian ide inovatif, hingga kemampuan berbahasa Inggris. Penjurian dilakukan oleh tim akademisi yang juga terlibat dalam seleksi Pilmapres Nasional.

Keberhasilan Rahmad tidak lepas dari sederet pengalaman yang telah ia raih selama menjadi mahasiswa. Selain aktif di bidang akademik, ia juga dikenal memiliki perhatian terhadap isu kewirausahaan dan lingkungan hidup. Berbagai penghargaan tingkat nasional pernah ia peroleh. Tak hanya itu, Rahmad juga beberapa kali dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan kepemudaan dan lingkungan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Salah satu kegiatan yang pernah melibatkannya yakni Bootcamp Green Youth Big Impact yang digagas SavEnvironment bersama United Nations Development Programme (UNDP), di mana ia hadir sebagai narasumber.

Di sektor kewirausahaan mahasiswa, Rahmad memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2024 dan 2025. Total bantuan yang diterimanya mencapai Rp21,5 juta.

Aktivitasnya dalam gerakan lingkungan juga cukup menonjol. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Trash Ranger Sulawesi Tengah. Berkat kiprahnya tersebut, Rahmad memperoleh Telkom Sustainability Award pada kategori aksi pelestarian ekosistem darat dan laut dengan dukungan dana Rp25 juta.

Selain aktif berkegiatan, ia juga telah memiliki dua sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Dalam sesi pemaparan ide kreatif Pilmapres, Rahmad memperkenalkan gagasan mengenai pengembangan skema bursa karbon reguler berbasis kearifan lokal Ombo untuk mendukung pemberdayaan masyarakat adat Kaili.

Sedangkan pada tahap kemampuan bahasa Inggris, ia membawakan pembahasan terkait Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16 yang menyoroti isu perdamaian, keadilan, dan kelembagaan, termasuk dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Menanggapi pencapaiannya, Rahmad mengatakan bahwa keikutsertaannya di Pilmapres memberikan banyak pelajaran serta kesempatan membangun jaringan dengan mahasiswa dari berbagai daerah.

Menurutnya, nilai utama dari sebuah prestasi bukan hanya penghargaan yang diraih, melainkan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk terus berkarya dan menciptakan dampak positif melalui kemampuan yang dimiliki masing-masing.

Link sumber berita: Mercusuar

Kuliah Tamu Magister Ilmu Ekonomi FEB Untad Bahas Dilema Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Dampak Sektor Ekstraktif

Palu, 9 April 2026 – Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) sukses menggelar kegiatan kuliah tamu dengan tema “Dilema Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Peran Sektor Ekstraktif dan Dampaknya pada Lingkungan serta Sumber Daya Alam”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Muhidin Smart Classroom FEB Untad.

Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Firmansyah, Ph.D., yang dikenal sebagai pakar ekonomi pembangunan. Acara dipandu oleh moderator sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Mohamad Ichwan Tandju. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I FEB Untad, Dr. Suparman.

Dalam sambutannya, Dr. Suparman menekankan pentingnya diskusi akademik terkait sektor ekstraktif yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah, namun juga menyimpan berbagai tantangan, khususnya terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dan dosen mengenai bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Firmansyah, Ph.D. menjelaskan bahwa sektor ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Namun, di sisi lain, eksploitasi yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, degradasi lahan, serta konflik sosial di masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. “Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara bijak agar manfaat ekonomi tidak mengorbankan generasi mendatang,” jelasnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari para dosen serta mahasiswa S1 dan S2 yang hadir. Berbagai pertanyaan dan pandangan kritis disampaikan, mulai dari strategi diversifikasi ekonomi daerah hingga solusi konkret dalam mengurangi dampak negatif sektor ekstraktif.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Ilmu Ekonomi FEB Untad berharap dapat terus mendorong terciptanya ruang diskusi ilmiah yang relevan dengan isu-isu pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi dilema antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Program Studi S1 Akuntansi FEB Untad Gelar FGD Kurikulum dan RPS

Palu, 6 April 2026 – Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada Senin (6/4) di Ballroom Hotel Helsinki Palu. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan akuntansi serta memastikan lulusan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan industri.

FGD Kurikulum dan RPS S1 Akuntansi FEB Untad ini secara resmi dibuka oleh Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum berbasis industri, teknologi, dan tantangan global.

“Penyusunan kurikulum dan RPS yang adaptif sangat penting untuk menjawab tantangan global serta memastikan lulusan memiliki kompetensi unggul, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholder, termasuk perwakilan pemerintah daerah, pelaku bisnis, dan organisasi non-pemerintah (NGO). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperoleh masukan strategis dalam penyusunan kurikulum akuntansi berbasis kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital.

Koordinator Program Studi S1 Akuntansi, Dr. Ni Made Suwitri Parwati, menyampaikan bahwa FGD Kurikulum Akuntansi FEB Untad merupakan bentuk komitmen dalam menjaga mutu akademik dan meningkatkan daya saing lulusan di era digital.

“Kami ingin memastikan bahwa kurikulum S1 Akuntansi tidak hanya berbasis teori, tetapi juga aplikatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kontribusi stakeholder sangat penting dalam memperkuat kompetensi lulusan, terutama dalam bidang akuntansi digital, etika profesi, serta penguasaan teknologi informasi.

Penguatan Kurikulum Akuntansi Berbasis Industri dan Digitalisasi

Diskusi dalam FGD Kurikulum dan RPS ini berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis, seperti:

  • Penguatan mata kuliah berbasis praktik akuntansi
  • Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran akuntansi
  • Penyesuaian RPS berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL)
  • Kebutuhan kompetensi akuntan profesional di era industri

Masukan dari stakeholder menekankan pentingnya lulusan akuntansi yang adaptif, profesional, dan memiliki integritas tinggi dalam menghadapi dinamika dunia kerja.

Komitmen FEB Untad Tingkatkan Mutu Pendidikan Akuntansi

Melalui kegiatan FGD Kurikulum S1 Akuntansi FEB Untad ini, diharapkan tercipta kurikulum yang inovatif, relevan, dan mampu menjawab tantangan era digital serta kebutuhan pasar kerja nasional maupun global.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen FEB Untad dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang akuntansi, dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses pengembangan kurikulum.

FGD Kurikulum dan RPS ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan lulusan akuntansi yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

FEB UNTAD Peduli Berbagi: THR Sembako untuk Para Pahlawan Kebersihan Fakultas

FEB UNTAD, 13 Maret 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako menggelar kegiatan sosial bertajuk “FEB Peduli Berbagi”. Kegiatan ini berupa penyaluran bantuan THR dalam bentuk paket sembako kepada petugas cleaning service (CS).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kepada para petugas yang selama ini berperan penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kampus.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Dekan FEB, Prof. Wahyuningsih, bersama Kepala Bagian FEB, Dr. Rosidah. Mereka menyerahkan paket sembako sebagai wujud terima kasih atas dedikasi para petugas kebersihan.

Dalam sambutannya, Dekan FEB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program FEB Peduli. Program tersebut bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.

Ia juga menegaskan bahwa petugas kebersihan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perkuliahan dan kegiatan akademik.

“Kami sangat menghargai kerja keras para petugas cleaning service yang setiap hari menjaga kebersihan dan kenyamanan. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menyampaikan terima kasih,” ujarnya.

Para petugas yang menerima bantuan menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari raya serta menambah semangat dalam bekerja.

Melalui kegiatan FEB Peduli Berbagi, diharapkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan saling menghargai di lingkungan kampus semakin tumbuh.

FEB Universitas Tadulako Gelar Tafakur dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Sivitas Akademika

Palu, 27 Februari 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako menyelenggarakan kegiatan Tafakur dan Buka Puasa Bersama yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual sivitas akademika di bulan suci Ramadan.

Acara ini menghadirkan tiga pemateri inspiratif, yakni Zainal Abidin, Haryono M. Yasin Anda, dan Faizal Asdar. Dalam tausiyahnya, para narasumber menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual, khususnya bagi insan akademik di lingkungan FEB.

Prof. KH. Zainal Abidin menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum tafakur atau refleksi diri untuk meningkatkan kualitas iman, integritas, dan tanggung jawab moral. Menurut beliau, insan akademik tidak hanya dituntut unggul dalam keilmuan, tetapi juga dalam akhlak dan keteladanan.

Ust. Haryono M. Yasin Anda dalam ceramahnya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa kebersamaan dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dari nilai persaudaraan dan solidaritas di lingkungan kampus.

Sementara itu, H. Faizal Asdar, LC., MA menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia juga mengajak mahasiswa dan semua civitas FEB untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter kepemimpinan yang berintegritas.

Dalam sambutannya, Dekan FEB Universitas Tadulako menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan Tafakur dan Buka Puasa Bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai spiritual bagi seluruh sivitas akademika. Kami berharap melalui momentum Ramadan ini, FEB Universitas Tadulako semakin solid, berintegritas, dan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik serta berakhlak mulia,” ujar Dekan FEB.

Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa ini ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, FEB Universitas Tadulako berkomitmen untuk terus membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual.

Fokus Isu Perubahan Iklim Dan Mitigasi Risiko, FEB UNTAD Sukses Pertahankan Sertifikasi Iso 21001:2018

PALU – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) kembali menorehkan pencapaian membanggakan dalam tata kelola manajemen pendidikan. Berdasarkan hasil Audit Surveillance yang telah rampung dilaksanakan pada Tanggal 10 Desember 2025, FEB Untad secara resmi dinyatakan LAYAK untuk memperpanjang sertifikasi ISO 21001:2018 dengan hasil yang memuaskan.

Kegiatan audit ini diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan mulai dari tingkat fakultas, jurusan dan prodi, serta tenaga kependidikan terkait. Dalam laporannya, Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PPM) FEB Untad, Dr. Rudy Usman, S.E., M.S.A., Ak., menyampaikan kesiapan fakultas dalam menghadapi audit berkala ini. Rudy Usman menekankan bahwa seluruh unit kerja telah melakukan persiapan matang, memastikan dokumen dan implementasi sistem manajemen berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Wahyuningsih menegaskan komitmen fakultas untuk tidak sekadar mengejar status sertifikasi, melainkan menjamin budaya mutu yang berkelanjutan.

“Sertifikasi ini adalah instrumen bagi kami untuk memastikan layanan pendidikan tetap relevan dan berkualitas. Kami terbuka pada setiap temuan audit sebagai bahan evaluasi untuk terus menjadi lebih baik,” ujar Prof. Wahyuningsih.

Proses Audit dan Fokus Penilaian

Inti kegiatan berlanjut pada proses Audit Surveillance. Auditor eksternal melakukan verifikasi lapangan dengan metode sampling (uji petik) terhadap empat pilar utama di lingkungan FEB Untad, yakni Unsur Pimpinan (Dekan), Pusat Penjaminan Mutu (PPM), Program Studi Akuntansi dan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan meliputi pemeriksaan pada Bagian Keuangan, dan Bagian Perlengkapan. Fokus audit adalah pada efisiensi alur kerja dan kepuasan layanan terhadap civitas akademika.

Hasil Audit: Apresiasi pada Adaptasi Perubahan Iklim

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan mendalam, Auditor memaparkan hasil temuan yang sangat positif. Secara umum, kelengkapan dokumen dinilai sudah lengkap dan sangat bagus.

Poin sorotan utama yang mendapat apresiasi tinggi adalah responsivitas FEB Untad terhadap isu global. Auditor menyatakan bahwa FEB Untad telah berhasil menerapkan kebijakan dan kurikulum yang mengantisipasi perubahan iklim, sebuah langkah progresif bagi institusi pendidikan tinggi.

Dengan hasil “No Major Non-Conformity” (tidak ada ketidaksesuaian mayor), FEB Untad dinyatakan sukses mempertahankan kualitas layanan pendidikannya dan berhak terus menyandang sertifikat ISO 21001:2018. Menutup kegiatan, Prof. Wahyuningsih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat. “Hasil ini membuktikan bahwa sistem di FEB Untad sudah berjalan solid. Khususnya apresiasi auditor terhadap kurikulum berbasis lingkungan (climate change), ini menunjukkan FEB Untad siap mencetak lulusan yang peduli masa depan bumi,” pungkasnya.

Peningkatan Mutu Akademik dan Non Akademik Melalui Standar Operasional Prosedur (SOP)

Mantikulore, 12 November 2024 – Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam lingkungan akademik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) baru yang mengatur berbagai aspek kegiatan akademik. Langkah ini bertujuan untuk memastikan semua proses pendidikan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

SOP akademik mencakup berbagai hal mulai dari proses pendaftaran mahasiswa, pelaksanaan perkuliahan, evaluasi pembelajaran, hingga tata cara penyelesaian skripsi dan tesis. Penerapan SOP ini diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas bagi seluruh civitas akademika dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kami percaya bahwa dengan adanya SOP yang jelas dan terstruktur, kami dapat memberikan pendidikan yang lebih berkualitas serta meminimalisir kesalahan dan ketidakpastian dalam proses akademik,” ujar Dr. Ir. Rosida Karim Yabu, SP., M.Si Kepala Bagian Umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Selain itu, SOP juga dirancang untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam semua kegiatan akademik. Hal ini sejalan dengan visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk menjadi institusi pendidikan yang unggul dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan penerapan SOP akademik ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan memotivasi mahasiswa serta dosen untuk mencapai prestasi terbaik mereka. Semua pihak diharapkan dapat mengikuti dan mematuhi SOP yang telah ditetapkan demi tercapainya tujuan pendidikan yang berkualitas dan berintegritas.