Advertisement

FEB UNTAD Peduli Berbagi: THR Sembako untuk Para Pahlawan Kebersihan Fakultas

FEB UNTAD, 13 Maret 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako menggelar kegiatan sosial bertajuk “FEB Peduli Berbagi”. Kegiatan ini berupa penyaluran bantuan THR dalam bentuk paket sembako kepada petugas cleaning service (CS).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kepada para petugas yang selama ini berperan penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kampus.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Dekan FEB, Prof. Wahyuningsih, bersama Kepala Bagian FEB, Dr. Rosidah. Mereka menyerahkan paket sembako sebagai wujud terima kasih atas dedikasi para petugas kebersihan.

Dalam sambutannya, Dekan FEB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program FEB Peduli. Program tersebut bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.

Ia juga menegaskan bahwa petugas kebersihan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perkuliahan dan kegiatan akademik.

“Kami sangat menghargai kerja keras para petugas cleaning service yang setiap hari menjaga kebersihan dan kenyamanan. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menyampaikan terima kasih,” ujarnya.

Para petugas yang menerima bantuan menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari raya serta menambah semangat dalam bekerja.

Melalui kegiatan FEB Peduli Berbagi, diharapkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan saling menghargai di lingkungan kampus semakin tumbuh.

Dekan FEB Untad: Literasi Keuangan Penting bagi Masa Depan Mahasiswa

FEB Untad – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako, Wahyuningsih, menekankan pentingnya mahasiswa mengasah kecerdasan finansial di luar bangku kuliah. Hal ini ia sampaikan usai kegiatan Bootcamp Smart Financial Journey batch ke-60 yang digelar Hana Asa Indonesia di kantor OJK Sulawesi Tengah, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, pendidikan di kampus masih banyak berfokus pada teori, seperti manajemen keuangan dan akuntansi. Karena itu, praktik langsung bersama lembaga seperti OJK dan perbankan sangat penting agar mahasiswa siap menghadapi dunia keuangan yang sebenarnya.

“Mahasiswa perlu melihat langsung kondisi di lapangan, bukan hanya belajar teori,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan generasi muda saat ini, terutama kemudahan akses digital yang berisiko menjerumuskan. Judi online, pinjaman ilegal, dan gaya hidup FOMO (fear of missing out) menjadi ancaman serius jika tidak disikapi dengan bijak.

Wahyuningsih menegaskan komitmen FEB Untad untuk terus bekerja sama dengan berbagai instansi keuangan dalam memberikan edukasi yang lebih aplikatif. Tujuannya agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial, emosional, dan spiritual.

“Kunci mengelola keuangan dimulai dari pola pikir dan kemampuan mengendalikan keinginan, agar tidak lebih besar pengeluaran daripada pendapatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu menyebarkan literasi keuangan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

“Belajar tidak hanya di kelas. Mahasiswa juga harus memiliki kecerdasan emosional dan spiritual agar sukses secara berkelanjutan,” katanya.

Program Bootcamp Smart Financial Journey rutin dilaksanakan oleh Hana Asa Indonesia sebagai upaya mengurangi kesenjangan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Tengah. Hingga Maret 2026, lebih dari 3.231 peserta telah mengikuti edukasi finansial ini.

Founder Hana Asa Indonesia, Mardiyah, mengatakan program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan.

“Tujuannya agar anak muda, khususnya di Kota Palu, lebih cerdas dalam mengelola keuangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak anak muda yang belum memiliki tujuan keuangan, tidak mencatat pengeluaran, dan belum menyiapkan dana darurat. Hal ini berpotensi memicu masalah keuangan atau financial stress di masa depan.

FEB Universitas Tadulako Gelar Tafakur dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Sivitas Akademika

Palu, 27 Februari 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako menyelenggarakan kegiatan Tafakur dan Buka Puasa Bersama yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual sivitas akademika di bulan suci Ramadan.

Acara ini menghadirkan tiga pemateri inspiratif, yakni Zainal Abidin, Haryono M. Yasin Anda, dan Faizal Asdar. Dalam tausiyahnya, para narasumber menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual, khususnya bagi insan akademik di lingkungan FEB.

Prof. KH. Zainal Abidin menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum tafakur atau refleksi diri untuk meningkatkan kualitas iman, integritas, dan tanggung jawab moral. Menurut beliau, insan akademik tidak hanya dituntut unggul dalam keilmuan, tetapi juga dalam akhlak dan keteladanan.

Ust. Haryono M. Yasin Anda dalam ceramahnya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa kebersamaan dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dari nilai persaudaraan dan solidaritas di lingkungan kampus.

Sementara itu, H. Faizal Asdar, LC., MA menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia juga mengajak mahasiswa dan semua civitas FEB untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter kepemimpinan yang berintegritas.

Dalam sambutannya, Dekan FEB Universitas Tadulako menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan Tafakur dan Buka Puasa Bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai spiritual bagi seluruh sivitas akademika. Kami berharap melalui momentum Ramadan ini, FEB Universitas Tadulako semakin solid, berintegritas, dan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik serta berakhlak mulia,” ujar Dekan FEB.

Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa ini ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, FEB Universitas Tadulako berkomitmen untuk terus membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual.

Lima Agenda Strategis Warnai Rapat Pimpinan Feb Untad Jelang Semester Genap 2025/2026

PALU – Mengawali perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) menggelar Rapat Tingkat Pimpinan Fakultas pada Rabu, 4 Februari 2026. Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Dekan FEB Untad beserta jajaran, dan dihadiri oleh para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, para Ketua Program Studi (Prodi), serta Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PPM) FEB Untad, Rudy Usman.

Rapat ini ditujukan untuk memantapkan persiapan kegiatan akademik satu semester ke depan, selaras dengan visi besar FEB Untad, yakni “Menjadi Fakultas yang bereputasi di Asia Tenggara tahun 2030 dalam bidang ekonomi dan bisnis berbasis lokal orientasi global (BLOG)”. Guna mengakselerasi pencapaian visi tersebut, terdapat lima agenda utama yang menjadi fokus pembahasan:

  1. Strategi Pencapaian IKU
  2. Kelas Internasional
  3. Program dan Kegiatan
  4. Penjadwalan Mata Kuliah dan Team Teaching
  5. Kolaborasi Riset (Joint Research) Bencana Sumatera

Sebagai wujud nyata dari semangat “orientasi global” dalam visi fakultas, pelaksanaan Kelas Internasional mendapat sorotan khusus dalam pertemuan ini. Pembahasan di sektor tersebut menitikberatkan pada kesiapan sistem, kurikulum, serta kapasitas sumber daya pengajar agar berstandar internasional. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan unggul yang tidak hanya kuat pada pemahaman ekonomi berbasis lokal, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di tingkat Asia Tenggara.

Selain mendorong internasionalisasi, rapat juga membedah target “IKU Berdampak” guna memperkuat tata kelola kelembagaan dan mutu fakultas. Tanggung jawab pencapaian Indikator Kinerja Utama ini diamanahkan kepada para Wakil Dekan dengan rincian spesifik:

  • Wakil Dekan Bidang Akademik bertanggung jawab penuh atas pencapaian IKU 1 dan IKU 6.
  • Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum mengemban tanggung jawab untuk IKU 7, IKU 9, dan IKU 11.
  • Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ditugaskan untuk mengawal target IKU 2, IKU 3, IKU 5, serta IKU Partisipatif.

Kegiatan rapat berlangsung secara dinamis dan interaktif. Para peserta rapat secara bergantian memberikan tanggapan berupa saran, usulan, dan masukan konstruktif. Melalui sinergi solid dari seluruh elemen pimpinan, FEB Untad optimis dapat merealisasikan program-program strategisnya di Semester Genap 2025/2026 demi mewujudkan reputasi gemilang di kancah regional.

Sinergi Akademik dan Pemerintah: Wakil Wali Kota Palu Hadiri Launching Buku “Manajemen Waktu dalam Perspektif Islam”

FEB UNTAD-Pada hari Rabu, 18 Februari 2026, suasana Ruang Muhidin FEB UNTAD dipenuhi semangat intelektual dan nuansa akademik dalam kegiatan bedah dan launching buku berjudul “Manajemen Waktu dalam Perspektif Islam” karya Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D. Acara ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika dan masyarakat Kota Palu dalam memperkaya khazanah keilmuan, khususnya di bidang manajemen yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam.

Kegiatan ini secara istimewa dihadiri oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, yang memberikan apresiasi tinggi atas lahirnya karya akademik tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa manajemen waktu bukan hanya persoalan produktivitas, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual, terutama dalam perspektif Islam yang menempatkan waktu sebagai amanah yang sangat berharga.

Buku Manajemen Waktu dalam Perspektif Islam yang ditulis oleh Prof. Wahyuningsih ini mengupas konsep pengelolaan waktu dengan pendekatan ilmiah yang dipadukan dengan dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis. Penulis menekankan bahwa waktu dalam Islam bukan sekadar sumber daya yang harus dioptimalkan, melainkan juga sarana untuk mencapai keberkahan hidup, keseimbangan antara dunia dan akhirat, serta peningkatan kualitas diri.

Dalam sesi bedah buku, para akademisi dan peserta yang hadir aktif berdiskusi mengenai relevansi manajemen waktu dalam menghadapi tantangan era modern. Buku ini dinilai mampu memberikan perspektif baru yang integratif—menggabungkan teori manajemen kontemporer dengan nilai-nilai spiritual Islam secara sistematis dan aplikatif.

Acara launching ditandai dengan penyerahan simbolis buku kepada Wakil Wali Kota Palu serta sesi foto bersama, yang menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan literasi dan karya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako dalam mendorong lahirnya karya-karya akademik yang tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga bermanfaat secara praktis bagi masyarakat luas.

Melalui peluncuran buku ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya manajemen waktu dalam perspektif Islam semakin tumbuh, tidak hanya di kalangan akademisi, tetapi juga di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun budaya produktif yang berlandaskan nilai-nilai religius.

Sinergi Kemitraan Program ABDI FEB UNTAD

FEB UNTAD, 11 Februari 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB-UNTAD) terus memperkuat komitmennya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui Program Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI). Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, FEB-UNTAD secara resmi mengajukan permohonan kerja sama kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah guna membangun sinergi dalam mendukung pembangunan desa.

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat peran civitas akademika dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat desa melalui kegiatan edukasi, pendampingan, serta penguatan kapasitas masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan ekonomi dan bisnis.

Sebagai tindak lanjut dari inisiasi tersebut, telah dilaksanakan pertemuan antara Dekan FEB-UNTAD, Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., dengan Kepala Bidang P3KM Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Bapak Munashir, S.E., M.M., beserta jajaran pejabat fungsional dan staf. Pertemuan yang berlangsung di Ruang H. Muhidin M. Said FEB-UNTAD ini menjadi momentum strategis untuk membahas tujuan utama Program ABDI, sekaligus menyelaraskan visi dan langkah kolaboratif kedua institusi.

Dalam diskusi tersebut, FEB-UNTAD menyampaikan harapan agar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah dapat menjadi mitra strategis, khususnya dalam fasilitasi kegiatan, pendampingan program, serta penguatan sinergi yang sejalan dengan kebijakan pemberdayaan masyarakat desa. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan program yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan literasi, kapasitas ekonomi, serta kemandirian masyarakat desa.

Ke depan, pembahasan lebih lanjut akan dilakukan guna mematangkan mekanisme pelaksanaan serta ruang lingkup kerja sama agar sesuai dengan kebutuhan dan prioritas kedua belah pihak. FEB-UNTAD optimis bahwa sinergi ini dapat terwujud dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah secara luas.

Launching Kampus Berdampak “Ayo Bangun Desa Indonesia (ABDI) Bersama FEB UNTAD”

Kegiatan Launching Kampus Berdampak ABDI dengan tema “Ayo Bangun Desa Indonesia Bersama FEB UNTAD” dilaksanakan pada tanggal 08 Februari 2026 bertempat di Taman Nasional Lore Lindu. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) dalam menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam pembangunan desa melalui penguatan peran mahasiswa dan sivitas akademika.

Pelaksanaan launching di kawasan Taman Nasional Lore Lindu dipilih sebagai simbol keterpaduan antara pembangunan manusia, penguatan ekonomi desa, dan pelestarian lingkungan. Lingkungan alam yang asri dan bernilai konservasi tinggi memberikan pesan kuat bahwa pembangunan desa harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Kegiatan launching ini menandai dimulainya implementasi program Kampus Berdampak ABDI FEB UNTAD, yang berfokus pada pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat desa, pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola desa. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi agen perubahan di lingkungan kampus, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat desa.

Rangkaian kegiatan launching berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme, dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta perwakilan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyampaikan visi, arah, dan strategi pelaksanaan Kampus Berdampak ABDI FEB UNTAD dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Launching Kampus Berdampak ABDI ini, FEB UNTAD menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Diharapkan, program ini mampu melahirkan inovasi, solusi, dan aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi pembangunan desa di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah.

Lokakarya Organisasi Kemahasiswaan FEB Untad sebagai Upaya Penguatan Tata Kelola Lembaga Mahasiswa

Lokakarya Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) dilaksanakan pada tanggal 07 s/d 08 Februari 2026 bertempat di Taman Nasional Lore Lindu, Kabupaten Sigi. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya mahasiswa, khususnya dalam memperkuat pemahaman mengenai tata kelola organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan karakter dan solidaritas antar pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan FEB Untad.

Pemilihan Taman Nasional Lore Lindu sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada pertimbangan nilai edukatif dan lingkungan yang mendukung terciptanya suasana belajar yang kondusif, reflektif, serta mempererat kebersamaan peserta. Lingkungan alam yang asri memberikan pengalaman belajar yang berbeda, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa.

Kegiatan lokakarya ini diikuti oleh perwakilan organisasi kemahasiswaan di lingkungan FEB Untad, yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas, Himpunan Mahasiswa Jurusan, serta Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi tentang manajemen organisasi, kepemimpinan, perencanaan program kerja, serta diskusi dan simulasi yang mendorong partisipasi aktif peserta.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi kegiatan. Diskusi interaktif dan kerja kelompok menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan sikap kritis, kemampuan komunikasi, serta kerja sama tim. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan agenda kebersamaan yang bertujuan mempererat hubungan antar pengurus organisasi kemahasiswaan.

Melalui pelaksanaan Lokakarya Organisasi Kemahasiswaan FEB Untad ini, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam pengelolaan organisasi secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak kader organisasi yang berintegritas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Pembekalan Kegiatan Kampus Berdampak Kelurahan Cantik dan Pendampingan UMKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako

Palu, 29 Januari 2026-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako menyelenggarakan kegiatan pembekalan Kampus Berdampak sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat. Kegiatan ini difokuskan pada program Kelurahan Cantik serta pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah mitra.

Pembekalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman konseptual dan teknis kepada mahasiswa serta dosen pendamping terkait peran strategis kampus dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui program Kelurahan Cantik, peserta dibekali pengetahuan tentang pentingnya data yang akurat, valid, dan berkelanjutan sebagai dasar perencanaan pembangunan kelurahan. Sementara itu, pendampingan UMKM diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dalam pengelolaan keuangan, pemasaran, serta penguatan daya saing usaha.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai etika pendampingan, metode pengumpulan dan pengolahan data, strategi pemberdayaan UMKM, serta sinkronisasi program kampus dengan kebutuhan masyarakat. Pembekalan ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan implementatif di lapangan.

Melalui kegiatan Kampus Berdampak ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengabdian yang berkelanjutan, kolaboratif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan kelurahan dan penguatan ekonomi lokal.

FEB Universitas Tadulako Gelar Pembekalan Program FEB Berdampak dan Bimbingan Teknis SITAMPAN

Palu, 27 Januari 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako melaksanakan kegiatan pembekalan Program FEB Berdampak dan bimbingan teknis Sistem Informasi Terpadu Kampus Berdampak (SITAMPAN) pada Senin, 27 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako.

Kegiatan pembekalan tersebut mencakup pengenalan dan pendalaman tiga program utama Kampus Berdampak, yakni Magang Mandiri Berdampak, Riset Mandiri Berdampak, dan Wirausaha Mandiri. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar di luar kelas yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FEB Universitas Tadulako, Bapak Andi Chairil Furqan, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat memanfaatkan program Kampus Berdampak sebagai sarana pengembangan diri, keterampilan, serta kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Materi pembekalan disampaikan oleh tim unit penggerak Kampus Berdampak, Bapak Suryadi Samudra, Ibu Juliana Kadang, dan Bapak Rian Risendy, yang memberikan penjelasan terkait konsep, mekanisme pelaksanaan, serta manfaat dari masing-masing program FEB Berdampak. Para pemateri juga mendorong mahasiswa untuk aktif dan serius dalam mengikuti program agar memperoleh hasil yang maksimal.

Selain pembekalan materi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bimbingan teknis penggunaan SITAMPAN yang dipandu oleh Duta Kampus Berdampak Universitas Tadulako. Bimbingan teknis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis kepada mahasiswa terkait proses pendaftaran, pelaporan, dan pemantauan kegiatan Kampus Berdampak secara daring. Melalui kegiatan ini, Unit Penggerak Kampus Berdampak FEB Universitas Tadulako berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang komprehensif serta kesiapan yang matang dalam mengikuti Program FEB Berdampak, sehingga mampu menciptakan lulusan yang berdaya saing dan berdampak positif bagi masyarakat.